Share

Menteri Bahlil ke Investor: Sekarang Indonesia Tidak Pakai Pungli

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 27 Januari 2022 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 320 2538828 menteri-bahlil-ke-investor-sekarang-indonesia-tidak-pakai-pungli-uaNLGZoldh.jpg Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA  -  Investor diharapkan menanamkan langsung modalnya ke Indonesia ketimbang lewat negara lain. Sebab, perizinan investasi di Indonesia sudah semakin mudah dan transparan.

"Lain kali, kalau bisa sekarang nggak perlu lagi lewat negara orang, langsung saja ke Indonesia. Sekarang sudah tidak pakai pungli-pungli (pungutan liar) kok, langsung saja. Kalau bisa langsung, kenapa harus pakai, harus lewat yang lain," kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Baca Juga: AS Masuk Investasi Terbesar di Indonesia, Bahlil: Ini Menarik!

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, sepanjang 2021, Singapura jadi negara yang paling banyak menanamkan modal ke Indonesia dengan total USD9,4 miliar. Hong Kong menyusul di posisi kedua dengan USD4,6 miliar, kemudian China dengan USD3,2 miliar, Amerika Serikat dengan USD2,5 miliar dan Jepang sebesar USD2,3 miliar.

Bahlil mengatakan posisi Singapura sebagai hub investasi menjadikannya sebagai negara yang paling besar menanamkan modal di Tanah Air. Padahal, investasi tersebut banyak berasal dari perusahaan asing di belahan dunia.

Baca Juga: Investasi di Ibu Kota Baru, Investor Harus Ketok Pintu 'Rumah' Bahlil

"Paling tinggi Singapura, tapi saya ga yakin uang dari Singapura semua ini. Mungkin ada sebagian orang Indonesia juga punya uang di situ. Ini hub, sudahlah ini bukan rahasia umum lagi. Jadi Singapura ini hub, jadi terminal untuk beberapa negara yang masuk, baru masuk Indonesia," jelasnya.

Dalam catatan Kementerian Investasi/BKPM, Singapura juga berada di ranking teratas negara yang paling banyak berinvestasi di Indonesia sepanjang triwulan IV 2021.

Singapura berada di posisi pertama dengan realisasi investasi sebesar USD2,1 miliar , disusul Hongkong dengan USD1,5 miliar, Amerika Serikat USD1,2 miliar, China USD900 juta dan Jepang USD500 juta.

"Amerika ini menarik, dalam lima tahun terakhir nggak pernah dia masuk lima besar, kali ini dia masuk. Dan Amerika ini di 2022 saya meyakini akan masuk nominasi lima besar karena investasinya gede-gedean," katanya.

Ada pun realisasi investasi sepanjang 2021 mencapai Rp901,02 triliun, melampaui target yang diminta Presiden Jokowi sebesar Rp900 triliun.

Secara rinci, capaian realisasi investasi sepanjang Januari-Desember 2021 mencapai 100,1%, tumbuh 9 persen dibandingkan capaian realisasi investasi 2020 sebesar Rp826,3 triliun. Realisasi investasi sepanjang 2021 berhasil menyerap 1.207.893 tenaga kerja langsung.

Total realisasi investasi itu terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp454,0 triliun atau tumbuh 10 persen dibandingkan capaian pada tahun 2020. Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp447,0 triliun atau tumbuh 8,1 persen dibandingkan capaian 2020.

"Kalau tren ini mampu kita pertahankan ke 2022, insya Allah Indonesia akan pada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan pendapatan per kapita kita juga bergeser," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini