Share

Permintaan Dupa Jelang Imlek Meroket, Pengusaha Ini Raup Untung Puluhan Juta Rupiah

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 27 Januari 2022 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 455 2538603 permintaan-dupa-jelang-imlek-meroket-pengusaha-ini-raup-untung-puluhan-juta-rupiah-zHCBf7mEdc.jpg Pengrajin Dupa (Foto: Avirista Midaada)

MALANG - Pengrajin dupa di Kota Malang mengalami tren kenaikan pesanan drastis menjelang perayaan Hari Raya Imlek.

Salah satu pengerajin dupa rumahan Dupalo, yang berada di Jalan Terusan Sigura-gura Blok D No. 166 A, Karangbesuki, Sukun, Kota Malang, bahkan sampai menambah jumlah produksinya jelang perayaan tahun baru imlek.

Owner produksi dupa rumahan Dupalo, Rosa Amelia menerangkan, peningkatan permintaan tak hanya terjadi di pasaran lokal saja, tetapi juga pasar internasional.

Pasalnya kini dupa yang dulu identik untuk pelengkap pemujaan atau ibadah agama tertentu kini sudah mulai disukai masyarakat lantaran manfaatnya. Beberapa jenis dupa dipercaya bisa membantu relaksasi dan membuat mood seseorang kembali baik.

"Sebenarnya kalau peningkatan secara umum terjadi tidak hanya saat momen Imlek. Tetapi sekarang pada momen Imlek ini memang peningkatan permintaan mencapai 20 persen," ucapnya saat ditemui MNC Portal, pada Kamis (27/1/2022).

Alhasil karena peningkatan permintaan inilah membuatnya harus menambah belanja bahan baku, berupa lidi untuk melilitkan dupa. Biasanya dirinya dalam tiga bulan hanya menghabiskan 1 ton lidi. Namun, jelang Imlek kali ini ia menyebut bahwa produksi dupa bisa menghabiskan lidi hingga dua kali lipat.

"Kalau normalnya dalam satu bulan itu bisa menghasilkan Rp 10 juta, maka sekarang ada kenaikan sebanyak 20% dari nilai itu," ujarnya.

Rosa menambahkan, ada total 45 varian dupa yang diproduksi Dupalo, dengan berbagai macam jenisnya. Beberapa varian yang digunakan adalah aroma lavender, teratai, tunjung biru, cendana. Bahkan yang terbaru dirinya memproduksi dupa dengan aroma kue putu ayu.

"Sekarang ini peminat dupa ini malah dari berbagai kalangan. Artinya sekarang bukan lagi identik dengan suatu kegiatan ritual, tetapi banyak yang memanfaatkan untuk terapi atau relaksasi juga," tuturnya.

Dari sejumlah dupa yang diproduksinya, dupa lidi merupakan dupa yang paling banyak diminati pasar. Apalagi dupa jenis ini tak hanya untuk kebutuhan konvensional saja.

"Tetapi juga dikombinasikan dengan berbagai aroma bunga, serta wewangian lain," katanya.

Kini kendati mengalami kenaikan pemesanan, dupa produksinya tak mengalami kenaikan harga. Rosa masih mematok harga Dupalo mulai Rp18.000 hingga Rp 300 ribu.

Penjualannya sendiri, Rosa memanfaatkan platform media sosial yang dianggapnya cukup berperan banyak. Dirinya juga memanfaatkan market place. Tetapi tak sedikit juga yang langsung datang ke lokasi untuk membeli langsung.

"Rentang harga itu sesuai dengan jenis dari dupanya. Karena memang di Dupalo ini ada kelas gold, premium dan ekonomis," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini