Share

Kisah Pengrajin Kue Keranjang Legendaris asal Sukabumi

Dharmawan Hadi, Jurnalis · Kamis 27 Januari 2022 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 455 2538611 kisah-pengrajin-kue-keranjang-legendaris-asal-sukabumi-k8xZBLz2si.jpg Kue Keranjang (Foto: Dharmawan Hadi)

SUKABUMI - Kue keranjang atau yang lebih dikenal dengan sebutan dodol cina, jadi penganan khas tahun baru imlek.

Penganan berbahan dasar tepung tersebut adalah salah satu makanan khas dari etnis Tionghoa yang hanya hadir menjelang Tahun Baru Imlek.

Salah satu pengrajin dodol cina legendaris, Shendy Gunawan mengatakan bahwa dirinya merupakan generasi ketiga, penerus usaha produksi dodol cina yang diwariskan kakek dan ayahnya secara turun temurun. Usaha dodol cina dengan merk Marga Hsiung, sudah dimulai sejak 1950an.

Uniknya pabrik yang berawal wilayah Kelurahan Tipar, Kota Sukabumi hingga sekarang pabriknya pindah ke Jalan Merbabu, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kabupaten Sukabumi, hanya digunakan sebagai pabrik pembuatan kue keranjang selama satu bulan saja.

"Jadi pabrik ini mulai membuat kue keranjang satu bulan sebelum perayaan Imlek dan produksinya sekitar 3 mingguan, selebihnya packing dan pengiriman. Setelah itu pabrik ini dialih fungsikan menjadi pabrik lain dan akan kembali menjadi pabrik kue keranjang lagi di tahun depan," ujar Shendy kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (27/1/2022).

Untuk tahun ini Shendy mangakui adanya penurunan dalam penjualan kue buatannya, namun jumlahnya tidak begitu signifikan, berkisar 10% penurunannya. Dalam hal pembuatan ia masih menggunakan cetakan keranjang yang terbuat dari kayu walaupun untuk mengaduk adonannya sudah menggunakan mesin.

“Cara pembuatan kami masih setengah modern, namun yang paling khas yaitu kue keranjang Marga Hsiung ini cetakannya menggunakan keranjang kayu, kebanyakan sekarang sudah menggunakan plat besi untuk mencetaknya. Biar kami masih bisa menyebutnya kue keranjang bukan kue plat besi," ujar Shendy sedikit bercanda.

Shendy menjelaskan bahan untuk membuat kue keranjang ini adalah campuran tepung dengan air gula, digiling dan setelah itu diaduk rata. Adonan tersebut dimasukkan ke dalam cetakan keranjang kayu kemudian dikukus sekitar 22 jam hingga 24 jam.

Dalam pembuatannya, Shendy sudah mempersiapkan bahan-bahan pembuatan kue keranjang sejak tiga bulan sebelum perayaan Imlek, dan untuk tahun ini, Ia memproduksi 8 ton kue keranjang yang dipasarkan selain di Sukabumi juga dikirim ke daerah Bogor, Jakarta, Bandung, dan Tasikmalaya.

“Harga kue keranjang Marga Hsiung Sukabumi ini dijual dengan harga Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilonya. Kue keranjang bisa bertahan dalam suhu kamar, selama dua sampai tiga bulan lamanya serta kalau disimpan dalam lemari es bisa bertahan sampai 2-3 tahun lamanya,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini