Share

Harga Emas Berjangka Turun Tajam, Tertekan Penguatan Dolar

Antara, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 320 2539045 harga-emas-berjangka-turun-tajam-tertekan-penguatan-dolar-6LivY8LRwr.jpg Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka turun tajam di akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas menetap di bawah level psikologis USD1.800 untuk pertama kalinya dalam hampir tiga minggu tertekan oleh penguatan dolar.

Harga emas juga tertekan data ekonomi AS yang kuat mendukung kasus untuk kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) pada Maret.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp12.000, Ini Daftarnya

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terjungkal USD36,6 atau 2,0% menjadi ditutup pada USD1.793,10 per ounce. Penyelesaian pertama di bawah USD1.800 sejak 10 Januari dan penyelesaian terendah sejak 6 Januari, menurut data FactSet.

Sehari sebelumnya, Rabu (26/1/2022), harga emas berjangka juga anjlok USD22,8 atau 1,23% menjadi USD1.829,70 setelah melonjak USD10,8 atau 0,59% menjadi USD1.852,50 pada Selasa (25/1/2022), dan terdongkrak USD9,9 atau 0,54% menjadi USD1.841,70 pada Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Harga Emas Berjangka Anjlok Merespons Pernyataan Powell

Penurunan harga emas merupakan kelanjutan dari aksi jual Rabu (26/1/2022) karena pasar mencerna komentar Ketua Fed Jerome Powell tentang kenaikan suku bunga, kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Philip Streible, di Chicago.

Data ekonomi positif yang dirilis pada Kamis (27/1/2022) juga meredam emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh 6,9% pada kuartal keempat tahun 2021, lebih baik dari yang diperkirakan dan mencatat kinerja terbaiknya dalam hampir empat dekade.

Sementara itu Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran mingguan AS dalam pekan yang berakhir 20 Januari turun 30.000 menjadi 260.000, merosot untuk pertama kalinya dalam sebulan.

Lebih lanjut merusak daya tarik safe-haven emas bagi pembeli luar negeri, dolar melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2020.

Harga emas akan melayang lebih rendah pada 2022 dan 2023 karena bank sentral menaikkan suku bunga, mengangkat imbal hasil obligasi dan membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik, menurut jajak pendapat Reuters.

Harga emas telah turun lebih dari 3,0% sejak mencapai harga tertinggi dalam 10 minggu pada Selasa (25/1/2022) didorong pembelian safe-haven yang dipicu oleh ketegangan Rusia-Ukraina.

"Setiap rebound yang tidak didukung oleh para pencari safe-haven dengan demikian akan mengalami resistensi cepat atau lambat selama ekonomi dalam mode pemulihan," tulis Analis Julius Baer, ​​Carsten Menke dalam sebuah catatan.

Menke menambahkan bahwa dia tidak melihat pergerakan berbasis luas ke emas dari para pencari safe-haven melainkan beberapa pembelian selektif yang akan tetap terjadi selama latar belakang ekonomi tidak memburuk secara tajam.

​​​​Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun USD1,13 atau 4,75%, menjadi ditutup pada USD22,676 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD24,1 atau 2,3% menjadi ditutup pada USD1,021,80 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini