Share

Produsen Bir Heineken dan Universal Music Kabur dari Rusia

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 10 Maret 2022 07:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 320 2559201 produsen-bir-heineken-dan-universal-music-kabur-dari-rusia-ZBsbqzub3O.jpg Heineken hengkang dari Rusia (Foto: Independent)

JAKARTA - Produsen bir asal Belanda Heineken dan Universal Music Group menjadi perusahaan terbaru yang menghentikan bisnis di Rusia. Ramai-ramai perusahaan meninggalkan Rusia sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Heineken mengumumkan akan menangguhkan operasi di Rusia, termasuk penjualan, produksi, dan iklan bir populernya. Heineken mengatakan akan meningkatkan dukungan dan sumbangan bagi LSM yang beroperasi di Polandia, Hongaria, Rumania, dan Slovakia” yang membantu pengungsi Ukraina.

Heineken sebelumnya sudah mengumumkan rencana untuk mengakhiri semua investasi dan ekspor baru ke Rusia, dilansir dari VOA, Kamis (10/3/2022).

Selain Heineken, grup perusahaan Universal Music juga mengumumkan menangguhkan semua operasi di Rusia dan segera menutup kantornya di sana. Label musik terbesar di dunia ini mengatakan, telah bekerja dengan kelompok-kelompok dari berbagai negara untuk mendukung upaya bantuan kemanusiaan untuk memberikan bantuan mendesak kepada para pengungsi di Ukraina.

Sebelumnya, raksasa makanan cepat saji McDonald's, yang membuka lokasi pertamanya di Rusia di Lapangan Pushkin Moskow pada 1990, Selasa mengatakan pihaknya menutup ke 850 restorannya di seluruh Rusia sambil terus membayar gaji 62.000 karyawannya.

Keputusan tersebut akan membuat McDonald's kehilangan pendapatan jutaan dolar, karena secara langsung memiliki 84% restoran di Rusia, yang bertentangan dengan model bisnis normalnya yang memberi lisensi kepada operator waralaba independen. Tetapi presiden dan pimpinan McDonald, Chris Kempczinski dalam sebuah surat kepada karyawan McDonald's mengatakan "kita tidak bisa mengabaikan penderitaan yang tidak perlu yang terjadi di Ukraina."

Starbucks yang berbasis di Seattle kemudian melakukan langkah serupa, mengumumkan akan menutup sementara 130 kedai kopi di seluruh Rusia yang dimiliki dan dioperasikan oleh franchisee Alshaya Group yang berbasis di Kuwait. CEO Starbucks Kevin Johnson dalam sebuah surat terbuka mengatakan perusahaan itu akan menghentikan semua pengiriman produk perusahaan ke Rusia, tetapi ia mengatakan Alshaya akan terus membayar 2.000 karyawan lokalnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini