Share

Tarif Listrik 13 Golongan Ini Bakal Naik, Siap-Siap Tagihan Membengkak

Antara, Jurnalis · Kamis 14 April 2022 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 14 320 2579168 tarif-listrik-13-golongan-ini-bakal-naik-siap-siap-tagihan-membengkak-johHLCvxpN.jpg Tarif listrik di Indonesia bakal naik. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah kini tengah berencana berencana menerapkan skema penyesuaian tarif listrik atau adjustment tahun 2022.

Di mana hal ini sebagai strategi jangka pendek sektor ketenagalistrikan untuk menghadapi kenaikan harga minyak dunia.

Lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa penyesuaian atau pengurangan penggunaan bahan bakar minyak dan tekanan APBN di sektor ketenagalistrikan.

"Dalam jangka pendek rencana penerapan tarif adjustment tahun 2022 ini untuk bisa dilakukan penghematan kompensasi sebesar Rp7-16 triliun," kata Arifin, Kamis (14/4/2022).

 BACA JUGA:Tarif Listrik Bakal Naik, Negara Hemat Rp16 Triliun

Dia pun menyampaikan kalau PLN akan melakukan optimalisasi pembangkit dengan bahan bakar domestik berupa pembangkit listrik tenaga uap dan pembangkit listrik tenaga energi baru terbarukan untuk mengefisienkan biaya pokok penyediaan listrik sekaligus strategi energi primer perseroan.

"Dilakukan percepatan pembangunan PLTS atap targetnya 450 megawatt di tahun 2022. Pembangunan pembangkit energi baru terbarukan dari APBN, antar lain PLTS atap, PLTMH, Apdal dan lain-lain, serta peningkatan efisiensi pemanfaatan energi," jelasnya.

Sebagai informasi, tarif adjusment adalah mekanisme mengubah dan menetapkan turun naiknya besaran tarif listrik mengikuti perubahan besarnya faktor ekonomi mikro agar tarif yang dikenakan kepada konsumen mendekati Biaya Pokok Penyediaan Listrik (BPP).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Adapun untuk penerapan tarif ini mempertahankan kelangsungan pengusahaan penyediaan tenaga listrik, peningkatan mutu pelayanan kepada konsumen, peningkatan elektrifikasi, dan mendorong subsidi listrik yang lebih tepat sasaran akibat adanya perubahan kurs, harga minyak mentah Indonesia (ICP), dan inflasi untuk pembiayaan penyediaan tenaga listrik termasuk bahan bakar.

 BACA JUGA:Ini Alasan Tarif Listrik Bakal Naik

Berikut ini terdapat 13 golongan yang masuk ke dalam skema tarif adjustment listrik berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016:

1. Tarif R-1 untuk rumah tangga kecil dengan daya 900 VA.

2. Tarif R-1 untuk rumah tangga kecil dengan daya 1.300 VA.

3. Tarif R-1 untuk rumah tangga kecil dengan daya 2.200 VA.

4. Tarif R-2 untuk rumah tangga menengah dengan daya 3.500 VA sampai 5.500 VA.

5. Tarif R-3 untuk rumah tangga besar dengan daya di atas 6.600 VA.

6. Tarif B-2 untuk bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sampai 200 kVA.

7. Tarif B-3 untuk bisnis besar dengan daya di atas 200 kVA.

8. Tarif I-3 untuk industri menengah pada tegangan menengah dengan daya di atas 200 kVA.

9. Tarif I-4 untuk industri besar pada tegangan tinggi dengan daya di atas 30.000 kVA.

 BACA JUGA:Menteri ESDM Beri Sinyal Tarif Listrik Naik

10. Tarif P-1 untuk keperluan kantor pemerintah sedang pada tegangan rendah dengan daya 6.600 VA sampai 200 kVA.

11. Tarif P-2 untuk keperluan kantor pemerintah besar pada tegangan menengah dengan daya di atas 200 kVA.

12. Tarif P-3 untuk keperluan penerangan jalan umum pada tegangan rendah.

13. Tarif L untuk tarif layanan khusus pada tegangan rendah, menengah, dan tinggi.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini