Share

Menjajal Tol Japek II Selatan untuk Mudik Lebaran 2022, Begini Kondisinya

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 19 April 2022 18:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 19 470 2581736 menjajal-tol-japek-ii-selatan-untuk-mudik-lebaran-2022-begini-kondisinya-r9hWiwfs2X.jpg Menjajal Tol Japek Selatan II untuk mudik Lebaran 2022. (Foto: Okezone)

PURWAKARTA - Tol Jakarta Cikampek (Japek) II Selatan rencananya bakal digunakan sebagai jalur alternatif arus balik mudik Lebaran 2022.

Tim MNC Portal Indonesia (MPI) pada Selasa (19/4) sore mencoba melintasi jalur sepanjang 8,5 kilometer tersebut.

 BACA JUGA:Berapa Biaya Mudik dari Jakarta ke Lampung Lewat Jalan Tol?

Jalur ini akan dibuka secara fungsional dan situasional mulai 3 Mei 2022. Hanya untuk arus kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta.

Kendaraan masuk Tol Japek 2 Selatan Seksi 3 ini dari Km 77 Tol Cipularang tepatnya di daerah Sadang, Kabupaten Purwakarta. Gratis alias tanpa bayar tol.

Meski begitu, kendaraan kita akan disambut gerbang tol (GT) yang terdiri atas beberapa gardu sekitar 500 meter dari akses masuk.

GT ini untuk melayani pembayaran Tol Perbaleunyi hingga Sadang. Selebihnya gratis hingga akhir lintasan di kawasan Kutanegara, Kabupaten Karawang.

Berdasarkan pantauan MPI, jalur Sadang-Kutanagara baru rampung di satu sisi yakni yang ke arah Karawang.

Untuk arah sebaliknya masih terdapat beberapa jalan yang terputus atau masih tahap pembangunan maupun perataan tanah.

 BACA JUGA:Daftar 3 Tol Terpanjang di RI yang Bisa Dilintasi saat Mudik Lebaran 2022

Di jalur arah Jakarta ini, hanya satu lajur yang akan difungsionalkan saat arus balik nanti yakni lajur kanan.

Lajur kiri dan bahu jalan hanya untuk kendaraan petugas atau lajur darurat/evakuasi. Kedua lajur itu dibatasi tali dan cone.

Jasa Marga sengaja membuat jalur ini hanya untuk satu mobil untuk menghindari antrean kendaraan di titik penyempitan atau bottle neck saat memasuki kawasan bakal interseksi Kutanegara.

MPI mencoba melajukan mobil yang digunakan, jenis low MPV, dengan kecepatan 60 kilometer per jam.

Sebagian besar badan jalan yang dilintasi Tim MPI berlapis beton dengan sambungan pendek sehingga laju kendaraan cukup terasa bergelombang.

Di beberapa ruas, jalanan berlapis aspal namun selanjutnya kembali beton.

Tol ini belum dilengkapi fasilitas penerangan jalan. Pada malam hari, penerangan hanya mengandalkan lampu mobil-mobil yang melintas. Berbagai rambu tampak sudah terpasang di sisi kiri jalan.

Belum ada rest area maupun SPBU di jalur ini. Namun setelah keluar di kawasan Kutanagara dan belok kanan menuju Klari dan Jalan Pantura Karawang, kita akan banyak menemukan warung dan toko makanan.

Anda yang ingin mengisi bensin sebelum masuk Jalur Pantura, bisa berbelok ke kiri menuju SPBU sekitar 500 meter dari titik keluar Kutanegara.

Jarak dari titik keluar di Kutanegara hingga mencapai GT Karawang Timur 2 sekitar 15 kilometer.

Di jalan arteri sebelum masuk jalur pantura, ada sejumlah titik potensi kemacetan yakni pasar dan pertokoan.

Penyempitan jalan menjelang jembatan dan menjelang pertigaan Jalur Pantura juga dapat menjadi titik potensi antrean kendaraan.

MPI berpapasan dengan cukup banyak truk besar dan truk kontainer. Anda juga perlu waspada karena cukup banyak sepeda motor yang melintas. Beberapa penggunanya tidak mengenakan helm.

Lalu lintas relatif lancar meski ramai saat MPI melintasi Jalur Pantura Karawang. Kemacetan kembali terjadi menjelang GT Karawang Timur yang dipadati antrean truk dan bus.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini