Share

Mengintip Harta Kekayaan Bos Wilmar Group, Martua Sitorus sang Mantan Loper Koran Berharta Rp42 Triliun

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Kamis 21 April 2022 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 21 455 2582813 mengintip-harta-kekayaan-bos-wilmar-group-martua-sitorus-sang-mantan-loper-koran-berharta-rp42-triliun-cCRt0enuSq.jpg Kekayaan Martua Sitorus (Foto: Of The Westin Jakarta/Forbes)

JAKARTA – Mengintip harta kekayaan bos Wilmar Group, Martua Sitorus. Dia adalah sosok di balik gurita bisnis Wilmar dengan salah satu produknya adalah minyak goreng dengan berbagai merek.

Di Indonesia, merek minyak goreng dari Wilmar adalah Fortune dan Sania.

Martua Sitorus kini mempunyai kekayaan USD3 miliar atau setara Rp42,9 triliun. Hal ini menjadikannya salah satu 'Raja Sawit' di Indonesia. Demikian seperti dilansir Forbes real time billionaires, Jakarta, Kamis (21/4/2022).

Dengan total kekayaannya tersebut, salah satu konglomerat paling tajir di Indonesia ini, menjadi orang terkaya ke-14 di Indonesia dan orang terkaya di dunia ke-1.053 versi Forbes tahun 2022.

Baca Juga: Sosok di Balik Bisnis Wilmar, Ada Martua Sitorus 'Raja Sawit' RI Berharta Rp42,9 Triliun

Martua Sitorus mendirikan Wilmar bersama pengusaha asal Singapura Kuok Khoon Hong alias William yang sempat menjadi partner bisnisnya pada 1991. Nama Wilmar pun didapatkan dari akronim nama keduanya.

Luas lahan Wilmar pada awalnya sebesar 7.100 hektare. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, bisnis Wilmar makin meluas dan menjangkau beberapa negara di dunia. Saat krisis moneter 1997, Wilmar juga berhasil bertahan bahkan masih bisa memberikan tunjangan krisis sebesar 2,5% kepada karyawannya.

Perusahaan ini bergerak di perkebunan kelapa sawit, penyulingan minyak masakan, penggilingan biji minyak, pemrosesan dan pengepakan minyak masakan konsumsi, lemak, oleokimia, dan biodiesel, serta pemrosesan dan pengepakan gandum.

Pria bernama asli Thio Seng Hap alias A Hok ini lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Keluarganya pun bukan termasuk keluarga berada. Oleh karena itu, menjual udang dan menjadi loper koran dia lakukan untuk membantu perekonomian keluarganya.

Pekerjaan itu dia lakukan sambil menempuh pendidikannya. Berkat kegigihannya, ia berhasil menyelesaikan studi ekonomi di Universitas HKBP Nommensen Medan. Lulus kuliah, dia sempat menjalankan usaha kecil-kecilan.

Martua telah mundur dari jabatannya di Wilmar sejak Juli 2018. Meskipun begitu, Wilmar kini kian sukses dan bahkan disebut Forbes sebagai trader minyak sawit terbesar di dunia. Mereka digadang-gadang memiliki 92 ribu karyawan yang tersebar di seluruh cabangnya.

Martua dan saudara laki-lakinya juga mendirikan firma perkebunan sendiri bernama Gama Corp. Bekerja sama dengan Grup Ciputra, Gama tengah mendirikan proyek pembangunan 15 gedung apartemen dan kawasan perbelanjaan di Jakarta. Selain itu, ia dan saudaranya juga berinvestasi di bisnis semen dan properti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini