Share

Penjualan Tembus Rp286,9 Triliun, Menkop Siap Jadikan RI Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 22 April 2022 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 455 2583432 penjualan-tembus-rp286-9-triliun-menkop-siap-jadikan-ri-kiblat-fesyen-muslim-dunia-bug4gXxnbA.jpg Menkop Siap Jadikan RI Kiblat Busana Muslim Dunia. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menargetkan Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia di 2024. Apalagi konsumsi busana muslim di Indonesia mencapai USD20 miliar atau setara Rp286,9 triliun dengan laju pertumbuhan 18,2% per tahun.

Potensi ini menjadi pemacu pelaku indutri kreatif dan fesyen muslim di Indonesia untuk mengembangkan sayapnya.

Baca Juga: Jokowi Siapkan Rp500 Triliun Belanja Produk UMKM, Realisasinya Baru Segini

Prestasi membanggakan juga terus diukir desainer fesyen muslim Indonesia. Namun, ekspor produk halal Indonesia saat ini baru berkisar 3,8% dari total pasar produk halal dunia.

"Ini menunjukkan Indonesia sangat berpotensi menjadi produsen terbesar dan tren setter produk halal dunia," kata Menteri Teten, Jumat (22/4/2022).

Untuk mengoptimalkan potensi produk halal salah satunya fesyen, KemenKopUKM berupaya untuk mendukung dalam membangun ekosistem mulai dari hulu sampai hilir.

Baca Juga: Apa Itu Gigantic Transformation? Cara Luhut Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja

Sementara itu, pada penyelenggaraan Muslim Fashion Festival (Muffest)+ ke-7 menjadi ekosistem yang baik dari waktu ke waktu. Menurutnya, event seperti ini bukan hanya sebagai promosi fesyen muslim Indonesia di dalam negeri tapi juga di luar negeri.

"Event ini bukan sekadar pameran, tapi menghubungkan berbagai pihak mulai dari pelaku UMKM, desainer, pemerintah, dan asosiasi agar ekosistem yang baik dibangun dan dijaga," ucap Teten.

Ke depan, kata MenKopUKM, kolaborasi asosiasi dengan pemerintah perlu ditingkatkan. Saat ini diakuinya, belum ada fokus khusus dalam penanganan UMKM melalui sinergi secara masif, lantaran hampir di 22 kementerian/lembaga (K/L) yang mengurus UMKM masih berjalan dengan konsep yang berbeda-beda tanpa integrasi.

"Kalau Indonesia ingin menjadi kiblat muslim dunia, maka harus ada event kelas dunia yang digelar. Tentu hal ini harus disinergikan dengan seluruh kementerian yang bersinggungan dan masing-masing dilibatkan untuk menggelar event skala dunia," kata Teten.

Saat ini pemerintah menetapkan industri halal sebagai unggulan ekonomi Indonesia salah satunya fesyen, kosmetik, industri syariah, dan keuangan. Di mana muslim fesyen menjadi lokomotif industri halal.

"Harus segera pemerintah melakukan upaya konkret dalam mendukung industri muslim fashion di Tanah Air," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini