Share

CNN+ Tutup Padahal Baru Sebulan, Ada Apa?

Diana Purnamasari, Jurnalis · Sabtu 23 April 2022 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 23 455 2583897 cnn-tutup-padahal-baru-sebulan-ada-apa-E4yM3jtH6n.png CNN+ Bakal Tutup Akhir Bulan Ini. (Foto: Okezone.com/CNBC)

JAKARTA - CNN+ akan ditutup pada akhir bulan ini, tepatnya 30 April. Padahal layanan streaming ini baru diluncurkan sebulan lalu.

“Ini bukan keputusan tentang kualitas, kami menghargai semua pekerjaan, ambisi, dan kreativitas yang digunakan untuk membangun CNN+, sebuah organisasi dengan bakat luar biasa dan program yang menarik,” CEO CNN Worldwide, Chris Licht, dikutip dari CNBC, Sabtu (23/4/2022).

Baca Juga: 6 Perusahaan Minyak Goreng Tutup Total Imbas Kebijakan HET

Perusahaan juga mengumumkan bahwa Kepala CNN+ Andrew Morse meninggalkan Warner Bros Discovery setelah masa transisi. Posisinya pun akan digantikan Alex MacCallum yang saat ini menjadi Manajer Umum dan Kepala Produk CNN+.

Warner meluncurkan layanan pada 29 Maret. Layanan ini mengumpulkan kurang dari 10.000 pemirsa aktif setiap hari dalam dua minggu setelah peluncurannya. Namun layanan ini harus ditutup pada 30 April 2022.

Baca Juga: Nestle Tutup Pabrik, 474 Karyawan Terancam PHK

Meski tutup, perusahaan memastikan bahwa pelanggan akan menerima pengembalian uang prorata untuk biaya berlangganan.

Kepala CNN baru Licht telah bekerja di belakang layar dengan eksekutif lain di Warner Bros. Discovery selama beberapa minggu untuk menganalisis strategi streaming CNN, menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut. Keputusan untuk menutup CNN+ didasarkan pada rekomendasinya, kata orang tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena diskusi itu bersifat pribadi.

Warner Bros. Discovery belum secara resmi menguraikan rencana dan ambisi streamingnya, tetapi seperti yang telah dilaporkan CNBC sebelumnya, tujuannya adalah untuk menggabungkan HBO Max dan Discovery+ dengan program lain dari WarnerMedia, termasuk berita langsung dan olahraga dan menawarkan semua konten bersama-sama sebagai pesaing Netflix.

Jika tujuannya adalah untuk memaksimalkan jumlah pelanggan untuk bundel besar, mendedikasikan sumber daya untuk CNN+, daripada melipat program itu ke dalam bundel yang lebih besar, bisa bertentangan dengan strategi perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini