Share

Sandiaga Uno Minta Kementerian hingga BUMN Jangan PHP Beli Produk Lokal

Antara, Jurnalis · Senin 25 April 2022 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 25 455 2584808 sandiaga-uno-minta-kementerian-hingga-bumn-jangan-php-beli-produk-lokal-V0Lx6cJpnX.jpg Sandiaga Uno Minta K/L Tidak PHP Beli Produk Lokal. (Foto: OKezone.com/Kemenpar)

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dengan tegas meminta Kementerian/Lembaga (K/L), pemerintah daerah (pemda), dan BUMN, merealisasikan komitmen belanja produk dalam negeri menjadi kontrak.

“Jangan komitmen-komitmen saja, jangan sampai PHP (Pemberi Harapan Palsu), jangan sampai janji tinggal janji, tapi harus jadi kontrak pengadaan barjas (barang dan jasa) pemerintah dan semua tercatat di e-Kontrak LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah),” kata Menparekraf Sandiaga Uno, dikutip dari Antara, Senin (25/4/2022).

Baca Juga: Penjualan Tembus Rp286,9 Triliun, Menkop Siap Jadikan RI Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Menurut dia, para pelaku usaha berkesempatan mengambil peluang ekonomi mengingat aksi afirmasi ini berpihak kepada pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri dengan potensi transaksi Rp500 triliun dari pemerintah dan BUMN sebesar Rp420 triliun.

Sebagai upaya Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN), kehadiran Gerakan Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang didukung kegiatan business matching diyakini bakal menciptakan dua juta lapangan kerja baru guna menambah pertumbuhan ekonomi di kisaran 1,7-2%.

Baca Juga: Jokowi Siapkan Rp500 Triliun Belanja Produk UMKM, Realisasinya Baru Segini

“Ini tentunya harapan kita mendorong pertumbuhan ekonomi jika kita semua bekerja keras,” ungkap Menparekraf Sandiaga.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengharapkan pelaksanaan temu bisnis tahap II bisa mempercepat realisasi pengadaan barang maupun jasa.

Saat ini rencana umum pengadaan produk dalam negeri mencapai Rp483,2 triliun, namun realisasinya baru mencapai Rp96,2 triliun.

“Jadi bukan hanya komitmen, tapi kita butuh sekarang adalah pelaksanaannya kontraknya,” ucap Teten Masduki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini