Share

Kisah Munari, Porter di Stasiun Gambir Berburu 'THR' Jelang Lebaran Usai 2 Tahun Nganggur

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 27 April 2022 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 455 2586044 kisah-munari-porter-di-stasiun-gambir-berburu-thr-jelang-lebaran-usai-2-tahun-nganggur-j19TaIFf0B.jpg Kisah Munari, Porter Stasiun Gambir (Foto: MPI)

JAKARTA - Kisah porter yang semangat menawarkan diri untuk mengangkat barang calon penumpang di Stasiun Gambir. Hal ini tercermin dari sosok pria paruh baya bernama Munari.

Munari berusia 45 tahun senang dengan diperbolehkannya mudik Lebaran 2022 meski masih pandemi Covid-19. Pada 2 tahun sebelumnya, mudik dilarang akibat pandemi Covid-19 yang belum terkendali.

Munari merupakan warga asli Jakarta biasa bertugas di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Dengan diperbolehkannya mudik Lebaran, usaha jasa yang digeluti sejak lama itu bisa aktif kembali.

“Sudah 7 tahun saya menjadi seorang porter di sini. Senang juga pas boleh mudik. Artinya Alhamdulillah ketika pemerintah Sekarang bolehkan mudik. Ini saya bisa bisa bekerja lagi (cari rezeki lah jelang Lebaran),” kata Munari saat ditemui MNC Portal Indonesia di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (27/4/2022).

Baca Juga: Setelah 2 Tahun, Porter Kembali Mengais Rezeki di Stasiun Pasar Senen

Munari bercerita, imbas pandemi Covid-19, penghasilannya berkurang dan selama dua tahun tersebut memilih untuk diam di rumah bersama keluarga.

"Lebih senang lah pasti, karena pandemi kan tahun lalu kagak kerja nganggur di rumah. ya karena dilarang,” tambahnya.

Setiap pagi hingga sore jelang Lebaran, Munari menunggu penumpang di Stasiun Gambir yang hendak mudik di depan pintu masuk stasiun atau peron kereta api.

 Porter

Dengan seragam hijau, Munari menawarkan jasa bantuan mengangkut barang bawaan para penumpang. Dia mengaku tak sedikit pula yang mengabaikan tawarannya.

“Ya ke depannya sih semoga seterusnya ya bisa normal lagi seperti dulu gitu aja, saya udah 7 tahun di sini enggak menentu penghasilan kan itu juga bayar seikhlasnya. Kadang ada yang mau kadang ada yang nolak juga,” ujarnya.

Namun, Munari enggan membocorkan total penghasilan hariannya sebagai porter. Tetapi Munari rata-rata mengangkut barang penumpang paling banyak 10 orang.

“Tak tentu, paling banyak berapa sih enggak nyampe mengangkut 20 orang atau 20 barang paling 10-an atau 15-an lah kan banyak juga porter yang lain,” ungkapnya.

“Kalau lagi ramai, kalau enggak ya satu sampai 3 doang. Cukup lah kalau buat makan paling,” tandasnya.

Meski demikian, Munari berharap pendapatannya dapat meningkat cukup signifikan di masa Lebaran. Terlebih lagi syarat naik transportasi khususnya kereta tidak dipersulit, seperti tak lagi tes PCR/Antigen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini