Share

Cermat Kelola THR Bisa Buat Investasi Properti

Antara, Jurnalis · Kamis 28 April 2022 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 28 470 2586729 cermat-kelola-thr-bisa-buat-investasi-properti-LclCUbxurA.jpg Cermat Kelola THR Bisa Buat Investasi Properti (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Para pekerja yang mendapat THR diminta untuk cermat dan bijak dalam mengelola THR. Banyak yang bisa dilakukan dalam penggunaan THR, salah satunya untuk investasi sektor properti.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menganjurkan para pekerja yang akan mendapatkan THR agar merencanakan penggunaan dana tambahan yang diterima tersebut secara bijak.

“Selain membelanjakan THR untuk kebutuhan primer menjelang lebaran, THR juga bisa digunakan untuk hal lain yang bermanfaat dalam jangka panjang seperti mengurangi hutang, menambah tabungan, dana darurat ataupun juga bisa untuk investasi dengan membangun rumah di kampung halaman” kata Marine di Jakarta, Kamis (28/4/2022).

Baca Juga: 5 Tips Mengatur Keuangan saat Lebaran agar Tak Bokek

Terkait dengan hunian, survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2022 menemukan beberapa fakta menarik di antaranya 64% responden terpikir untuk tinggal di luar Jabodetabek apabila kondisi pekerjaan memungkinkan untuk itu, misalnya dengan skema WFH.

Kemudian 52% responden memilih untuk membeli rumah jadi namun ada 48% lainnya yang memilih untuk membangun rumah sendiri. Alasan untuk membangun rumah sendiri (responden bisa memilih lebih dari satu alasan) seperti sesuai dengan kebutuhan 85%, ingin berbeda dari rumah lain 37%, supaya biayanya lebih murah 33%, mumpung sudah ada tanahnya 16%.

Menurut survei, responden yang memilih untuk membangun rumah sendiri, mayoritas berencana untuk membeli tanah secara tunai. Pernyataan ini dikemukakan oleh 38%responden survei.

Sedangkan cara atau sumber lain untuk mendapatkan tanahnya menurut responden, di antaranya adalah 24% masih tidak tahu dari mana; 19 persen responden menyatakan akan mengambil pinjaman untuk membeli tanah; 12% responden menyatakan sudah memiliki tanah yang akan dibangun; dan 7% responden lainnya menyatakan akan menggunakan tanah keluarga.

Mereka yang membangun rumah sendiri, 48% responden menyatakan akan menggunakan jasa arsitek profesional dan 52% responden akan membangun secara mandiri tanpa jasa arsitek. Sementara 56% responden akan membuat desain asli sendiri dan 44% responden akan menggunakan desain yang sudah ada. Sedangkan 58% responden akan menggunakan perusahaan konstruksi dan 42% responden akan membeli bahan bangunannya sendiri.

Responden yang ingin membangun rumah sendiri terbagi ke dalam 3 kategori yaitu, serius membangun, ada 16%responden; punya keinginan untuk membangun, 60% responden; dan bermimpi untuk membangun sejumlah 24% responden.

Mereka yang tergolong serius membangun adalah mereka yang lebih suka membangun daripada membeli rumah jadi, sudah tahu dari mana sumber dana pembiayaan untuk membangun rumah, membangun mandiri tanpa jasa arsitek dan kontraktor, memiliki desain asli sendiri dan membeli bahan bangunan sendiri.

Marine menambahkan dengan temuan seputar preferensi dalam pembiayaan. Dari tahun ke tahun, menemukan bahwa preferensi atau ketertarikan terhadap pembiayaan syariah lebih tinggi dibanding Kredit Pemilikan Rumah (KPR) konvensional.

Sebanyak 27% responden lebih tertarik menggunakan pembiayaan syariah dibanding 21% yang ingin menggunakan KPR konvensional. Sementara itu, sebanyak 34% berharap bisa membeli rumah secara tunai. Yang menarik, alasan ketertarikan terhadap pembiayaan syariah adalah karena besar cicilannya yang lebih pasti, hal ini diutarakan 66%, sementara alasan keagamaan sebesar 63%.

“Selain pentingnya cek kelengkapan surat, pahami prosedur perubahan status girik ke SHM, memanfaatkan relasi di kampung untuk negosiasi harga,” pungkas Marine.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini