Share

Negara Siapkan Rp30 Triliun untuk Bangun IKN Tahap Pertama, dari Mana Uangnya?

Antara, Jurnalis · Kamis 28 April 2022 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 28 470 2586739 negara-siapkan-rp30-triliun-untuk-bangun-ikn-tahap-pertama-dari-mana-uangnya-c2VrYU0uOd.png IKN Nusantara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dana yang disiapkan untuk membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sekitar Rp27 triliun sampai Rp30 triliun.

Di mana dana ini akan dialokasikan untuk pembangunan konstruksi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) tahap pertama.

"Tentu APBN akan ikut dalam pembiayaan IKN, tetapi pembiayaan kreatif akan kami buat," ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) 2022 di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (28/4/2022).

 BACA JUGA:IKN Nusantara Disebut Kota Masa Depan Generasi Muda

Kemudian, untuk skema pembiayaannya dari Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan menciptakan berbagai pembiayaan dari sumber-sumber lain yang sifatnya non APBN.

Adapun Kemenkeu mencatat fokus pembangunan KIPP tahap pertama ini terdiri dari pembangunan infrastruktur dasar seperti perumahan, air minum atau air bersih, dan sanitasi, konektivitas berupa jalan akses, jalan tol, dan jalan KIPP, serta gedung pemerintah seperti istana dan kantor.

Ada juga pembangunan simpul konektivitas untuk bus, pelabuhan, dan bandara, sarana prasarana pendidikan dan kesehatan, sarana pertahanan dan keamanan, kegiatan operasional dan koordinasi persiapan dan pembangunan IKN, serta dukungan energi, listrik, dan teknologi informasi dan komunikasi.

Dia pun menambahkan kalau terdapat lima nilai strategis dalam pembangunan IKN, yakni pertama meningkatkan pemerataan pembangunan lantaran porsi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 58 persen berada di pulau Jawa.

Hal ini tentu diperlukan perubahan mindset Jawa sentris ke Indonesia sentris.

 BACA JUGA:Kabar Softbank Mundur dari Investasi IKN, Bahlil: Kita Masih Negosiasi

Kedua, lanskap dan sistem transportasi ramah lingkungan melalui kota pintar dan kota hijau.

Ketiga yaitu pembiayaan kreatif antara lain skema KPBU, penerusan surat berharga syariah negara (SBSN), pemberdayaan Lembaga Pembiayaan Investasi (INA), serta crowd funding dan filantropi.

Keempat dengan penciptaan sumber pertumbuhan baru melalui nilai investasi yang besar sampai 2045, serta akan menggerakkan aktivitas konsumsi dan sektor lainnya seperti properti, jasa keuangan, dan lain-lain.

Terakhir, kelima soal transformasi digital pemerintahan melalui sistem pemerintahan berbasis digital.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini