Share

Berkah Mudik Lebaran 2022 Angkat Penjualan UMKM, Pedagang Bakso Habiskan 19 Kg Daging Sehari

Kamis 05 Mei 2022 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 455 2589431 berkah-mudik-lebaran-2022-angkat-penjualan-umkm-pedagang-bakso-habiskan-19-kg-daging-sehari-rjuVF0cFL7.png Mudik Jadi Berkah untuk Pedagang Bakso di Solo. (Foto: Okezone.com/Antara)

JAKARTA - Mudik Lebaran tahun ini memberi pengaruh sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Penjual bakso dan pengrajin batik di Solo mengaku merasakan manfaat diizinkannya mudik Lebaran 2022.

Mereka mengatakan bahwa penjualan usaha mengalami peningkatan berkali-kali lipat selama bulan Ramadan tahun ini.

Penjual Bakso Paijan mengaku, bersukacita karena pemerintah mengizinkan mudik tahun ini. Paijan mengaku, omzet penjualan bakso selama bulan puasa hingga Lebaran tahun ini meningkat tajam.

"Puasa lalu saat pandemi, warung tutup 10 hari, dan ketika buka paling banyak menghabiskan delapan kilogram daging perhari. Sekarang, habis sampai 19 kg per hari, dan akan terus bertambah lagi," ujarnya, dikutip dari BBC Indonesia, Kamis (5/5/202).

Baca Juga: Siap-Siap! 12 Juta Pelaku Usaha Dapat BLT UMKM Rp600 Ribu

Paijan mengenang, saat pandemi kerap kali mengalami rugi hingga Rp400.000 per hari akibat sepinya pembeli. Apalagi, dia memiliki sembilan karyawan yang tidak diberhentikan karena memiliki tanggungan keluarga.

"Mudah-mudahan pandemi ini segera berlalu agar ekonomi pulih lagi," harapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan Solo, Alpha Febela Priyatmono mengaku, mudik Lebaran kali ini menjadi angin segar bagi industri kerajinan batik di wilayahnya.

"Jelang Lebaran kemarin sudah ada peningkatan meskipun belum seperti yang dulu-dulu (sebelum pandemi). Mulai H-7 sudah mulai kelihatan ramai dan puncaknya mulai dari H+2 Lebaran," sebutnya.

Baca Juga: Asyik! BLT UMKM Rp600 Ribu Cair Usai Lebaran, Ini 4 Faktanya

Alpha mengenang, pandemi Covid-19 telah menyebabkan jumlah kunjungan wisatawan sepi. Tak pelak kondisi tersebut menyebabkan omzet penjualan batik menjadi menurun drastis.

"Ketika menjelang Lebaran tahun lalu itu, penjualan jatuh sampai 80%, saat masa pandemi dua tahun itu," ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Solo, Wahyu Kristina, menjelaskan adanya kebijakan kelonggaran mudik yang dilakukan pemerintah dipastikan akan berdampak terhadap pergerakan ekonomi di daerah seperti halnya Kota Solo.

"Rangkaian dari mudik secara ekonomi itu kan mulai dari transportasi, penginapan, jajanan makan dan minum, oleh-oleh, belanja pakaian. Itu akan berpengaruh kepada ekonomi masyarakat," ucapnya.

Sedangkan untuk menyambut para pemudik yang pulang ke Solo, Kristina mengaku telah menyiapkan sejumlah acara yang juga melibatkan sejumlah UMKM seperti halnya kegiatan Semarak Ramadan, Gebyar Bakdan ing Balekambang dan Lebaran di Jurug.

Tak hanya itu, sejumlah pusat perbelanjaan di Solo juga menggelar bazar kuliner yang melibatkan banyak UMKM.

Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba Rachman mengatakan, mudik berpengaruh sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah-daerah.

"Biasanya saat mudik, pengeluaran masyarakat, perkeluarga akan jauh lebih besar. Cuma berapa besar pengaruhnya harus dihitung, tapi sangat besar," ujar Hanung.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memperkirakan, terdapat 85 juta orang yang melakukan mudik. Menurut survei Balitbang Kementerian Perhubungan, volume pergerakan kendaraan diperkirakan melonjak 40% dibandingkan mudik sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini