Share

Sariguna Primatirta (CLEO) Kantongi Laba Rp45,8 Miliar di Kuartal I-2022

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 278 2593863 sariguna-primatirta-cleo-kantongi-laba-rp45-8-miliar-di-kuartal-i-2022-r5l0oYNoNK.jpeg Laba CLEO alami kenaikan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mengantongi laba bersih Rp45,76 miliar pada kuartal I 2022. Laba emiten air minum dalam kemasan (AMDK) ini naik 9,37% dari periode sama tahun 2021 sebesar Rp41,84 miliar.

Sementara itu, pendapatan CLEO juga tumbuh 29,71% menjadi Rp307,67 miliar dari Rp237,19 miliar.

“Kami bangga bahwa hingga saat ini, CLEO masih dapat menjaga eksistensinya bahkan menjadi salah satu pilihan air minum dalam kemasan bagi masyarakat Indonesia," kata Wakil Direktur Utama CLEO Melisa Patricia, dikutip Jumat (13/5/2022).

BACA JUGA:Sariguna Primatirta (CLEO) Raup Laba Bersih Rp180,7 Miliar di 2021

Lebih rinci, dari penjualan segmen non-botol menjadi penopang utama pendapatan perseroan sebesar Rp156,26 miliar, disusul segmen botol Rp146,31 miliar, dan lain-lain Rp5,08 miliar.

Hingga saat ini, CLEO telah memiliki 27 pabrik pengolahan AMDK ditambah dengan 3 pabrik lainnya yang diproyeksikan akan selesai di tahun 2022.

"Perseroan memiliki jaringan distribusi yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, di antaranya Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Papua dengan total jaringan sebanyak 200 distributor internal dan 1.515 total distributor eksternal," ungkap Melisa.

Kinerja triwulan pertama tahun ini membuat perseroan membukukan laba per saham dasar sebesar Rp3,81, dari sebelumnya Rp3,49.

Adapun jumlah aset per 31 Maret 2022 mencapai Rp1,43 triliun, terdiri dari aset lancar Rp328,23 miliar, dan aset tidak lancar Rp1,10 triliun. Jumlah ini tumbuh 6,29% dibandingkan posisi aset akhir tahun 2021 senilai Rp1,34 triliun.

Liabilitas hingga Maret 2022 membengkak dari Rp346,60 miliar, dari Rp385,74 miliar, sementara ekuitas tumbuh dari Rp1,00 triliun menjadi Rp1,04 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini