Share

Harga Minyak Dunia Bervariasi Dipicu Kekhawatiran Pasokan

Antara, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 07:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 320 2593409 harga-minyak-dunia-bervariasi-dipicu-kekhawatiran-pasokan-ZrtahODJT4.JPG Harga minyak dunia hari ini. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak dunia beragam pada akhir perdagangan Kamis (13/5/2022). Tercatat minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli turun 6 sen, menjadi menetap USD di 107,45 per barel.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni terangkat 42 sen atau 0,4%, menjadi ditutup di USD106,13 per barel.

"Perdagangan tipis dan tidak ada yang tahu apa yang akan menggerakkan jarum," kata mitra di Again Capital LLC di New York bernama John Kilduff.

 BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Melonjak 5% Dampak AS-Eropa Beri Sanksi Berat ke Rusia

Penyebabnya karena larangan Uni Eropa yang tertunda atas minyak dari Rusia, pemasok utama minyak mentah dan bahan bakar ke blok tersebut, diperkirakan akan semakin memperketat pasokan global.

Sehingga, Uni Eropa masih tawar-menawar rincian embargo Rusia, yang membutuhkan dukungan bulat. Namun, pemungutan suara telah ditunda karena Hongaria menentang larangan tersebut yang akan terlalu mengganggu perekonomiannya.

Diketahui, harga minyak dan pasar keuangan telah berada di bawah tekanan minggu ini di tengah kegelisahan atas kenaikan suku bunga, dolar AS terkuat dalam dua dekade, kekhawatiran atas inflasi dan kemungkinan resesi.

Apalagi penguncian Covid-19 yang berkepanjangan di importir minyak mentah utama dunia, China, juga berdampak pada pasar.

"Kemerosotan pertumbuhan permintaan tidak bisa datang pada waktu yang lebih baik, dengan China tampaknya di ambang mengunci ibu kota Beijing pada saat tertentu," ucap direktur energi berjangka Bob Yawger di Mizuho.

Kemudian, IHK utama AS untuk 12 bulan hingga April melonjak 8,3 persen, memicu kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga yang lebih besar, dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Melonjaknya harga di SPBU dan melambatnya pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan secara signifikan mengekang pemulihan permintaan sepanjang sisa tahun ini dan hingga 2023," kata Badan Energi Internasional (IEA) pada Kamis (12/5/2022) dalam laporan bulanannya.

 BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun 6% Imbas Lockdown di China

"Lockdown yang diperpanjang di seluruh China ... mendorong perlambatan signifikan di konsumen minyak terbesar kedua di dunia," tambah badan tersebut.

Serta Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2022 untuk bulan kedua berturut-turut, mengutip dampak invasi Rusia ke Ukraina, meningkatnya inflasi, dan kebangkitan varian virus corona Omicron di China.

Sebelumnya, Rabu (11/5/2022), harga minyak melonjak 5,0% setelah Rusia memberikan sanksi kepada 31 perusahaan yang berbasis di negara-negara yang memberlakukan sanksi terhadap Moskow setelah invasi Ukraina.

Di mana hal ini menciptakan kegelisahan di pasar pada saat yang sama aliran gas alam Rusia ke Eropa melalui Ukraina turun seperempat. Ini adalah pertama kalinya ekspor melalui Ukraina terganggu sejak invasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini