Share

Wabah PMK Menyerang Hewan Ternak, Aceh Terapkan Lockdown

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 320 2593572 wabah-pmk-menyerang-hewan-ternak-aceh-terapkan-lockdown-nyDgoSJ4Jm.jpg Aceh lockdown akibat wabah PMK menyerang. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bupati Aceh Tamiang, Mursil mengatakan guna mencegah penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terapkan lockdown.

"Lokalisasi atau lockdown menjadi pilihan saat ini. Sapi-sapi dari Aceh Tamiang tidak boleh keluar dan sapi dari luar tidak boleh masuk ke sini. Demi kepentingan bersama," kata Mursil dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (13/5/2022).

Dia menerangkan, langkah ini sebagai upaya dari pemerintah agar wabah PMK hewan ternak bisa cepat ditangani.

 BACA JUGA:Menko PMK : Secara De Facto Indonesia Sudah Menuju Endemi

Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak panik.

"Penyakit ini penyebarannya cepat namun diharapkan masyarakat tenang, tidak panik, penyakit ini bisa ditangani," pintanya.

Diketahui, wabah PMK di Kabupaten Aceh Tamiang terkonfirmasi tepatnya pada tanggal 11 Mei 2022.

Dia mengungkapkan Kabupaten Aceh memiliki sebanyak 44.495 populasi sapi, di mana sebanyak 2.555 ekor sapi terinfeksi PMK dan 13 ekor mati.

Kemudian, Anggota Komisi Ahli kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Karantina Hewan Denny W Lukman meminta agar pencegahan meluasnya penyakit ini adalah hal yang utama.

Tapi pemenuhan kebutuhan daging masyarakat juga harus diperhatikan.

 BACA JUGA:Ada Wabah PMK, Bagaimana Nasib Hewan Kurban Jelang Idul Adha?

Oleh karena itu, dia menyarankan pemotongan hewan ternak sebaiknya dilakukan di rumah potong hewan (RPH).

"Ini penting karena RPH biasanya diawasi oleh pemerintah. Di mana di dalamnya pasti ditempatkan dokter hewan sebagai pemeriksa kesehatan hewan dan kesehatan daging serta pengawasan pemotongan sehingga bisa dipastikan, daging-daging tidak mengandung kuman-kuman yang berbahaya," bebernya.

Sebagai informasi tambahan, daging dari hewan ternak yang terinfeksi dapat dikonsumsi oleh manusia dengan pemotongan yang ketat di RPH, dan organ terinfeksi harus dimusnahkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini