Share

Belanja Subsidi Energi RI 'Bengkak', APBN Masih Sehat?

Antara, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 320 2593680 belanja-subsidi-energi-ri-bengkak-apbn-masih-sehat-lprbaXJfbB.JPG Belanja subsidi RI membengkak, bagaimana APBN?

JAKARTA - Pemerintah memastikan akan tetap menjaga kesehatan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di tengah belanja subsidi energi yang membengkak.

Diketahui, belanja subsidi negara bengkak seiring tingginya harga energi akibat perang Rusia dan Ukraina.

“Dalam konteks ini pertumbuhan ekonomi terjaga, daya beli masyarakat terjaga, APBN menjadi shock absorber namun tetap akan menjadi lebih sehat tahun ini,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu di Jakarta pada Jumat (13/5/2022).

Dia menjelaskan soal kesehatan APBN memang menjadi yang utama sejalan dengan target pemerintah menurunkan tingkat defisit di bawah 3% persen pada tahun depan.

Apalagi pemerintah juga menargetkan agar defisit mampu lebih rendah dari tahun lalu yang sebesar 4,57%.

Alasannya agar konsolidasi fiskal 2023 dapat berjalan dengan baik.

Namun, pemerintah tetap turut mengutamakan terjaganya daya beli masyarakat di tengah tingginya harga energi meski menjaga kesehatan APBN menjadi komitmen.

Sehingga, daya beli masyarakat harus dijaga agar dapat memberikan dampak maksimal pada realisasi pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.

Dia pun yakin kesehatan APBN akan tercapai yang dibarengi oleh terjaganya daya beli masyarakat dengan pemberian subsidi energi karena Indonesia mendapat windfall dari kenaikan harga komoditas.

 BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut APBN Jadi Peredam Gejolak Ekonomi Global

Di mana windfall dari kenaikan harga komoditas ini akan sangat mendorong kenaikan penerimaan negara sehingga APBN tetap mampu menjadi shock absorber dari krisis namun tetap sehat.

“Kenapa kami yakin bisa lakukan? Karena kita punya modal dengan harga komoditas ini maka penerimaan juga naik. Shock absorber APBN pun bisa berfungsi cukup efektif walau menghadapi tantangan cukup berat,” ucapnya.

Dia menambahkan bahwa besaran tambahan beban APBN akibat pemberian subsidi energi.

Serta akan bergantung pada lamanya harga energi yang tinggi ini akan bertahan.

“Ini akan sangat tergantung pada hitung-hitungan kami dari hari ke hari dan berapa lama harga ini akan bertahan cukup tinggi. Kami siapkan range," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini