Share

10 Fakta Heboh Judi Online Bikin Kecanduan hingga Habiskan Uang Tabungan

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Sabtu 14 Mei 2022 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 320 2593875 10-fakta-heboh-judi-online-bikin-kecanduan-hingga-habiskan-uang-tabungan-QNTkq26fnu.jpg Judi Online (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA - Judi online sedang marak di Indonesia. Banyak masyarakat mencoba adu nasib untuk menambah pendapatan melalui judi online.

Hanya bermodalkan telepon pintar dan uang puluhan ribu Rupiah mereka menjajal peruntungan. Namun dalam jangka panjang, mereka kecanduan dan berpotensi melakukan tindakan kriminal.

Berikut fakta-fakta fenomena judi slot yang telah dirangkum Okezone, Sabtu (14/5/2022):

1. Judi Slot

Salah satu judi online yang tengah digandrungi adalah slot. Menurut pengakuan beberapa penjudi sangat sederhana dan mudah dimainkan.

Untuk bermain, cukup menekan tombol spin di mesin yang terpampang di layar telepon. Mesin kemudian akan memutar dan mengacak berbagai macam bentuk ikon atau gambar sehingga tidak diketahui secara pasti gambar apa yang muncul.

Jika mesin yang berhenti berputar terdapat delapan gambar yang sama dan membentuk pola tertentu, secara otomatis menang.

2. Sehari Rp500.000

Kemenangan besar itulah yang membuat Dion, salah satu penjudi online ketagihan.

Dalam sehari ia bisa main judi slot online sampai lima kali dengan menghabiskan uang hampir Rp500.000. Tapi setelahnya, bukan menang yang datang.

Menangnya jarang dan nggak pernah sebesar menang pertama itu. Paling dapat Rp300.000, Rp200.000, kadang Rp1 juta. Tapi nggak pernah lewat dari Rp3 juta," ujarnya dilansir dari BBC Indonesia.

"Kalau dipersentasekan 70% kalah, 30% menang," ujarnya.

3. Habiskan Uang Tabungan

Akan tetapi, meski sudah kalah berkali-kali, Dion tak berhenti.

Uang tabungan dan pesangon yang didapat akibat diPHK gara-gara pandemi, ludes untuk berjudi.

4. Judi Online Terus Muncul

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat sejak 2018 hingga 10 Mei 2022 telah memutus akses 499.645 konten perjudian di berbagai platform digital.

Tapi pemberantasan judi online di Indonesia berat lantaran situs atau aplikasi judi online terus bermunculan dengan nama yang berbeda, meski aksesnya telah diputus.

5. Tak Kenal Waktu

Judi online bikin orang ketagihan. Bahkan main judi online hingga tak kenal waktu.

Seperti dialami Bagus, bukan nama sebenarnya. Dia tak kenal waktu bermain judi slot online.

"Bangun tidur yang dibuka slot, sambil makan main slot, jalan-jalan sama teman saya malah main slot, karena cukup online pakai handphone kan," dilansir dari BBC Indonesia.

Bagus mengetahui, judi online dari temannya di Facebook yang sering memamerkan uang hasil menang judi. Dan sejak pandemi kemudian diberlakukan lockdown, ia nyaris tak ada kegiatan.

"Bengong doang kan waktu itu, lihat teman menang judi online jadi pengen terus coba," ujarnya.

6. Lebih Mudah

Judi slot online dipilih karena lebih gampang ketimbang poker atau sejenisnya yang memerlukan strategi. Mula-mula bermain judi slot, Bagus memasang Rp10.000. Tak disangka menang sampai Rp17 juta.

"Itu pertama kali main. Rasanya waktu itu bukan senang, tapi nggak yakin kalau itu beneran. Jadi saya tunggu, cair atau nggak supaya yakin," ujarnya.

"Setelah lima hari, uang itu masuk ke rekening saya. Baru selanjutnya main terus sampai enam bulan," tambahnya.

7. Bikin Ketagihan

Selama enam bulan, Bagus berjudi dari uang hasil kemenangan pertamanya. Waktunya habis menatap layar telepon demi menjajal peruntungan.

"Saya sampai mencoba kalau main jam sekian kira-kira menang atau tidak. Saya coba main tengah malam, subuh, pagi, pokoknya hampir seharian hidup saya cuma main slot aja," paparnya.

Bagus mengaku rasa penasaran dan ingin kembali menang membuatnya tak bisa lepas dari bermain judi.

"Karena kita maunya lebih terus. Sudah sepuluh kali spin slot, nggak ada keluar (gambar yang sama). Jadi coba terus, sekali lagi mungkin menang, sekali lagi mungkin menang tahunya kalah," ujarnya.

"Kalah besar sering, tapi karena pernah menang besar di awal itu jadi kalah biasa," ujarnya.

8. Patroli Siber

Indonesia melarang aktivitas perjudian karena dianggap merugikan masyarakat dan melanggar norma agama. Khusus judi online, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) menjerat para pelaku maupun orang yang mendistribusikan muatan perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan sejak 2018 hingga 10 Mei 2022 pihaknya telah memutus akses 499.645 konten perjudian di pelbagai platform digital.

Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi mengatakan, kendati jumlah situs atau aplikasi perjudian online yang beredar secara daring berpotensi lebih banyak dari hasil patroli siber.

9. Susah Diberantas

Pemberantasan judi online di Indonesia, sambungnya, cukup berat lantaran situs atau aplikasi judi online terus bermunculan dengan nama yang berbeda, meski aksesnya telah diputus.

"Selain itu kegiatan perjudian yang dilegalkan di beberapa negara di luar Indonesia, mengakibatkan kendala penindakan hukum lintas negara. Itu menjadi tantangan tersendiri karena adanya perbedaan ketentuan hukum terkait perjudian," ujarnya, dilansir dari BBC Indonesia.

10. Gunakan Platform dengan Baik

Kominfo pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan platform digital dengan bijak, baik untuk tujuan hiburan, transaksi ekonomi, dan kegiatan yang produktif.

"Kami mengajak masyarakat untuk dapat melaporkan penemuan konten terkait perjudian di ruang digital melalui kanal-kanal aduan yang tersedia," ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini