Share

Intip Sumber Kekayaan Juni Setiawati Wonowidjojo, Presiden Komisaris Gudang Garam

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 455 2593715 intip-sumber-kekayaan-juni-setiawati-wonowidjojo-presiden-komisaris-gudang-garam-ZsVuE3JKVm.jpg Sumber Kekayaan Juni Setiawati Wonowidjojo (Foto: Okezone)

JAKARTA – Sumber kekayaan Juni Setiawati Wonowidjojo akan diulas dalam artikel ini. Juni Setiawati Wonowidjojo adalah Presiden Komisaris PT Gudang Garam.

Dihimpun Okezone dari berbagai sumber, Kamis (12/5/2022) data tahun 2020 menunjukkan pendiri dan pemilik Gudang Garam memiliki kekayaan USD 5,3 miliar atau setara dengan Rp76,3 triliun (kurs Rp14.400 per USD).

Juni Setiawati Wonowidjojo dan keluarganya memperoleh kekayaan dari Gudang Garam, produsen tembakau dengan produksi 85 miliar batang per tahun.

Juni Setiawati Wonowidjojo Diangkat menjadi Presiden Komisaris Perseroan pada 20 Juni 2009. Setelah meninggalkan SMA, beliau mulai bekerja di Perseroan dan menjabat sebagai Komisaris sejak tahun 1983.

Beliau memiliki hubungan afiliasi dengan Susilo Wonowidjojo, Presiden Direktur Perseroan, dan memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham Perseroan.

Saat ini beliau juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Suryamitra Kusuma, dan sebagai Komisaris PT Suryaduta Investama, PT Surya Wisata dan PT Taman Sriwedari. Beliau juga merupakan Presiden Direktur PT Surya Pamenang dan PT Surya Zig Zag.

Gudang Garam didirikan pada tanggal 26 Juni 1958 di Kediri, Jawa Timur, oleh ayahnya Surya Wonowidjojo. Awalnya, Susilo bekerja di bisnis tembakau milik pamannya. Dulunya merupakan salah satu perusahaan tembakau terbesar di Indonesia, Gudang Garam dimulai sebagai industri rumahan.

Kemudian terus berkembang menjadi perusahaan rokok terbesar di Indonesia, bersama Djarum dan Sampoerna sebagai pemimpin pasar rokok. Susilo Wonowidjojo mengambil alih PT. Gudang Garam sejak 2009, adiknya Juni Setiawati menjadi komisaris utama.

Pada tahun 2013, Gudang Garam memperluas area produksinya. Luas perusahaan yang semula hanya 1.000 meter persegi, kini memiliki luas sekitar 208 hektar yang terletak di kabupaten dan kota Kediri dan Pasuruan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini