Share

Investasi Token Luna Anjlok hingga Investor Rugi Hampir 100%, Bagaimana Nasib Kripto di RI?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 15 Mei 2022 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 15 320 2594410 investasi-token-luna-anjlok-hingga-investor-rugi-hampir-100-bagaimana-nasib-kripto-di-ri-b1Tyu0qCbf.jfif Kripto. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Dunia maya dihebohkan dengan runtuhnya pasar mata uang kripto dan cerita para investor yang mengalami kerugian.

Bahkan, kerugian itu hampir 100%, yang mana fenomena ini disebut cryptocrash.

Seorang investor mengaku memantau investasinya di token Terra Luna (LUNA), di mana salah satu mata uang kripto yang mengalami penurunan paling parah.

 BACA JUGA:Transaksi Kripto Kena Pajak, Begini Cara Menghitungnya

Kerugiannya itu sudah menembus angka 99,99%.

"Terakhir cek, rugi 97% dalam sehari. Hari ini sudah rugi 99,99%," ujarnya dikutip BBC, Minggu (15/5/2022).

Namun, dia memilih tidak ambil pusing karena jumlah uang yang dia investasikan pada LUNA tidak besar.

Adapun uang yang dia gunakan pun merupakan uang dingin, artinya bukan uang yang dia gunakan untuk kebutuhan apapun.

Diketahui, beberapa orang juga menceritakan kerugiannya atau orang terdekatnya.

Untuk jumlahnya beragam, ada yang rugi Rp6 juta, Rp100 juta, bahkan sampai miliaran rupiah.

Tak hanya di Indonesia, semua investor LUNA di berbagai negara juga mengalami hal yang sama.

Forum komunitas Reddit, beberapa orang menyinggung soal bunuh diri terkait kerugian investasi LUNA.

Kemudian, Peneliti dari Institute for Development of Economis and Finance (INDEF) Nailul Huda mengatakan kepanikan yang terjadi saat ini bukanlah sesuatu yang berlebihan.

Menurutnya, kepanikan sebagai hal dan wajar dan turut prihatin dengan investor yang harus merugi.

Lalu, Kepala pusat Inovasi dan Ekonomi Digital INDEF itu mengatakan sebagian besar pasar kripto memang tidak ada kepastian dan harganya sangat fluktuatif.

 BACA JUGA:Polisi Bakal Sita Aset Kripto Rp35 Miliar Milik Indra Kenz

"Aset kripto ini risikonya sangat tinggi. Tidak bisa diprediksi secara tepat," ucapnya.

Dilanjut dengan, jatuhnya harga aset-aset kripto disebabkan oleh sentimen negatif pasar keuangan global, terutama kenaikan inflasi di AS. Pada Maret 2022, inflasi AS mencapai 8,5%, level tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Sehingga, Bank Sentral AS, The Fed, menaikkan suku bunga acuan.

Apalagi kondisi pandemi Covid-19 di China. Kebijakan nol Covid dan lockdown ketat juga memicu inflasi di negeri tirai bambu. Pada April 2022, inflasi China mencapai 2,1%, tertinggi sejak 2021.

Di mana sentimen-sentimen itu membuat investor melepas aset-aset berisiko seperti kripto dan saham.

Lalu, untuk cryptocrash terjadi ketika token-token populer kripto kehilangan 99% nilainya. Bahkan, koin-koin yang termasuk dalam stablecoin juga terkena imbasnya.

Ada juga istilah stablecoin adalah jenis mata uang kripto yang dibuat untuk menawarkan harga yang stabil dan didukung oleh aset cadangan, seperti dolar AS atau emas.

Namun, nilai pasar gabungan dari semua mata uang kripto sempat mencapai USD1,12 triliun Rp 16.363 triliun pada Kamis (12/5/2022), sekitar sepertiga dari nilai pada November, dengan kerugian mencapai lebih dari 35% pada minggu ini saja.

Sementara untuk satu Bitcoin sekarang bernilai sekitar USD27.000 senilai Rp394 juta, nilai terendah sejak Desember 2020.

Pada akhir tahun lalu, Bitcoin sempat menyentuh angka tertinggi USD70.000 senilai lebih dari Rp1miliar. Padahal Bitcoin termasuk jenis stablecoin.

Kini Ethereum, koin terbesar kedua berdasarkan nilai, telah kehilangan 20% nilainya dalam 24 jam.

Ada pun Tether, stablecoin paling populer, juga jatuh dari patokan dolar AS ke level terendah sepanjang masa USD0,95 senilai Rp13.886,15.

Pada Terra USD (UST), yang biasanya stabil, juga ikut terguncang. UST turun menjadi USD0,4 senilai Rp5.486, menurut situs web perdagangan Coin Market Cap.

Penurunan UST pun mau tak mau mempengaruhi penurunan LUNA, yang dijadikan penopang sebagian besar nilai UST sekaligus sister coin-nya. LUNA turun dari level tertingginya USD118 senilai Rp1,7 juta, pada bulan lalu, menjadi USD0,09 senilai Rp1.300.

Saat ini investor yang panik langsung menarik diri dari mata uang kripto utama. Akibatnya, pasar kripto anjlok.

Sedangkan untuk jumlah investor kripto di Indonesia saat ini sudah jauh melampaui jumlah investor di pasar modal.

Tercatat pada 2021, Bursa Efek Indonesia mencatat ada 7,47 juta Single Investor Identification (SID).

Jumlah ini sudah mengalami peningkatan sekitar 92% dari 2020.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan perdagangan asset kripto di Indonesia akan terus berkembang karena jumlah perusahaan terdaftar yang memperdagangkan asset kripto pun semakin bertambah.

Alasannya, investasi kripto di Indonesia juga masih akan melonjak. Apalagi kebanyakan investor kripto merupakan milenial dan generasi Z.

Sebagai informasi, Kemendag melalui Bappebti telah menerbitkan sejumlah regulasi terkait aset kripto. Persyaratan penerbitan aset kripto untuk dapat diperdagangkan di Indonesia diatur dalam Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021.

Untuk perdagangan aset kripto di Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada 2020, nilai transaksi asset kripto di Indonesia sebesar Rp64,9 triliun dan pada 2021 jumlahnya meroket hingga Rp859,4 triliun.

Kemendag mencatat jumlah investor kripto bahkan sudah menembus angka 12,4 juta.

Bahkan, sekitar akhir tahun lalu, jumlahnya masih berada di angka sekitar 9 juta.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini