Share

4 Dampak India Larang Ekspor Gandum, Harga Mi Instan Bakal Naik?

Athika Rahma, Jurnalis · Minggu 15 Mei 2022 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 15 320 2594465 4-dampak-india-larang-ekspor-gandum-harga-mi-instan-bakal-naik-CqnrPuoNkn.JPG India larang ekspor gandum. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - India melarang ekspor gandum imbas gelombang panas yang terjadi di negara tersebut.

Hal ini dinilai mempengaruhi rantai pasok pangan global termasuk Indonesia.

Direktur CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan, India merupakan produsen gandum nomor dua terbesar di dunia setelah China dengan kapasitas produksi 107,5 juta ton.

Sementara Indonesia mengimpor gandum tiap tahun sebesar 11,7 juta ton atau setara USD3,45 miliar. Angka impor nya naik 31,6% dibanding tahun sebelumnya

 BACA JUGA:Ukraina Tuduh Rusia Curi Gandum Selama Perang, Ancam Ketahanan Pangan Global

"Jadi kalau India melakukan proteksionisme dengan larang ekspor gandum, sangat berisiko bagi stabilitas pangan didalam negeri. Dengan inflasi yang mulai naik, dikhawatirkan garis kemiskinan akan meningkat," ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (15/5/2022).

Menurut Bhima, ada 4 dampak dari pelarangan ekspor gandum ini.

Pertama, harga gandum di pasar internasional telah naik 58,8% dalam satu tahun terakhir.

Imbas pada inflasi pangan akan menekan daya beli masyarakat.

"Contohnya tepung terigu, mie instan sangat butuh gandum, dan Indonesia tidak bisa produksi gandum. Banyak industri makanan minuman skala kecil yang harus putar otak untuk bertahan ditengah naiknya biaya produksi," jelasnya.

Kedua, pelarangan ekspor gandum yang belum diketahui sampai kapan waktunya membuat kekurangan pasokan menjadi ancaman serius.

Perang Ukraina-Rusia sudah membuat stok gandum turun signifikan, ditambah kebijakan India, tentu berimbas signifikan ke keberlanjutan usaha yang butuh gandum.

 BACA JUGA:Harga Pakan Ternak Mahal, RI Impor Gandum 300 Ribu Ton

"Ketiga, pengusaha harus segera mencari sumber alternatif gandum dan ini harusnya menjadi kesempatan bagi alternatif bahan baku selain gandum seperti tepung jagung, singkong, hingga sorgum yang banyak ditemukan di Indonesia," katanya.

Keempat, pakan ternak yang sebagian menggunakan campuran gandum, ketika harga naik bisa sebabkan harga daging dan telur juga naik.

"Oleh karena itu, pemerintah harus segera mempersiapkan strategi untuk mitigasi berlanjutnya ekspor gandum India," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini