Share

Intip Perbandingan Wajah Kebayoran Baru Dulu Vs Sekarang, Ada Hal Mengejutkan

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 15 Mei 2022 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 15 470 2594391 intip-perbandingan-wajah-kebayoran-baru-dulu-vs-sekarang-ada-hal-mengejutkan-mWqwVwrvEH.JPG Kebayoran baru dulu vs sekarang. (Foto: BBC)

JAKARTA - Kebayoran baru merupakan nama kawasan di Jakarta Selatan yang disebut sebagai pusat bisnis dan pemukiman.

Bahkan, Kebayoran Baru menjadi kota satelit pertama di Indonesia.

Diketahui, Kebayoran Baru dibangun pada akhir tahun 1940. Di sana ada bangunan yang disiapkan untuk perumahan, pendidikan, tempat hiburan, taman, hingga pemakaman.

 BACA JUGA: Terpapar Virus Corona, Belasan Warga Kebayoran Baru Jalani Isoman

Lantas, seperti apa wajah Kebayoran Baru pada awal pembangunan?

 Kebayoran baru versi dulu

Dikutip BBC, bekas perumahan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), tidak jauh dari Blok M ini telah disulap menjadi pusat jajanan M Bloc Space.

Kebayoran baru menjado kota satelit yang disiapkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1948, lalu dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia.

Adapun bangunannya di atas lahan sekitar 730 hektar, Kebayoran Baru dirancang sebagai kota berfasilitas lengkap.

"Saat itu kota Jakarta kekurangan lahan untuk perumahan rakyat. Mereka merencanakannya sebagai kota yang lengkap," kata pimpinan Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA) Nadia Purwestri, , Selasa (26/4/2022).

 BACA JUGA:Akhir Pekan Jelang Ramadan, Lalin di Tanah Abang dan Kebayoran Lama Macet

Pada konsepnya, kota Satelit pertama di Indonesia itu dibuat dengan sistem blok, dari Blok A hingga Blok S, kata Ade Purnama, pendiri komunitas Sahabat Museum.

"Blok M dan A mungkin sudah banyak dikenal, tapi banyak juga yang tidak begitu populer, seperti Blok B, Blok C. Nah, Blok E itu Pasar Mayestik sekarang," tambahnya.

Kawasan Kebayoran Baru terletak di luar Jakarta pada awal pembangunan.

Untuk lokasinya berjarak sekitar 4,5km dari batas selatan ibu kota Jakarta - kini di sekitar Dukuh Atas, di dekat Stasiun KRL Sudirman.

Adapun PDA pernah melakukan penelitian dan mendokumentasikan bangunan-bangunan lama di Kebayoran Baru.

Dari peta perencanaan Kebayoran Baru, pemerintah - menggandeng swasta - menyiapkan berbagai model perumahan, mulai lahan untuk instansi pemerintah (kelas rumah kecil, sedang, besar), perusahaan swasta, hingga perkantoran pemerintah.

"Ada pula lahan yang disiapkan untuk pasar, tempat hiburan, keagamaan, taman, hingga kompleks pekuburan," ujarnya.

Untuk proyek pembangunan ini dibidani oleh perusahaan swasta bernama Yayasan Pemugaran Pusat atau Centrale Stichting Wederopbouw (CSW).

Lalu, ada juga Jalan Hanglekir XI di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, semula dirancang untuk perumahan pegawai negeri.

Kini, wajah kota satelit Kebayoran Baru sudah banyak berubah.

Dia menyebut bangunan 'asli' di kawasan itu tinggal 5% dan 30% yang tersisa.

"Lokasi kantor CSW itu sekarang berada di Sekretariat ASEAN sampai ke Kantor Wali Kota Jaksel," ungkap pendiri komunitas Sahabat Museum Ade Purnama, Kamis (14/4/2022).

Nadia kembali memberikan contoh, kawasan Kebayoran Baru dilintasi jalan layang, jalur MRT serta jalur layang busway.

"Kalau menurut saya, itu yang merusak Kebayoran Baru," ucapnya.

Ada juga Pasar Blok A yang sudah dihancurkan untuk kepentingan pembangunan stasiun MRT di kawasan itu.

Sehingga msyarakat juga tidak akan pernah tahu seperti apa wujud fisik bangunan kantor pusat CSW (Centrale Stichting Wederopbouw) alias Yayasan Pemugaran Pusat - perusahaan swasta yang membidani proyek pembangunan kota satelit Kebayoran Baru.

"Lokasi kantor CSW itu sekarang berada di Sekretariat ASEAN sampai ke Kantor Wali Kota Jaksel," tambah Ade.

Dilanjut ada rumah Jengki, bangunan lama yang tersisa di Kebayoran Baru.

"Masih bisa ditemukan, walaupun lokasinya berjauhan, tersebar," ucap Nadia.

Rumah Jengki tersebut disebut menjadi tren pada 1950-an, masih dapat dijumpai, antara lain, di Jalan Martimbang, Jakarta.

Dari film "Tiga Dara" (diproduksi 1956) dan foto-foto lama, masyarakat dapat melihat wujud asli bangunan berarsitektur Jengki.

"Walaupun sudah beberapa diubah, tetapi kita bisa melihat gaya arsitekturnya," tuturnya.

Lalu, acara Plesiran Tempo Doeloe, Kebajoran bikinan CSW secara virtual pada Maret lalu, menyebut rumah Jengki sebagai ciri khas Kebayoran Baru.

Selain di Jalan Martimbang, rumah berarsitektur Jengki masih dapat dilihat di Jalan Pakubuwono VI, serta Jalan Wijaya 13.

Setelah itu, peninggalan kota satelit' Kebayoran Baru lainnya adalah Masjid Al-Azhar, Gereja Katolik Santa Perawan Maria Ratu, Gereja Baptis, serta Gereja Santo Yohanes Penginjil.

Di antaranya yang sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya adalah masjid Al-Azhar dan Gereja Santo Yohanes Penginjil.

Kini, Perum Peruri (BUMN) menggandeng sejumlah pihak untuk menghidupkan kembali bekas perumahan itu yang lebih dari 24 tahun dibiarkan kosong.

Bekas perumahan itu kini menjadi salah-satu lokasi yang diminati anak muda untuk berkumpul di waktu senggang.

 Kebayoran Baru versi sekarang

M Bloc Space, begitu nama tempatnya, mampu mengubah fungsi bangunan rumah menjadi restoran, kafe atau aktivitas bisnis lainnya, dengan tetap mempertahankan bentuk asli bangunan.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini