Share

Bisnis Udang Bisa Raup Rp1 Triliun per Tahun, Begini Tipsnya

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 16 Mei 2022 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 320 2594862 bisnis-udang-bisa-raup-rp1-triliun-per-tahun-begini-tipsnya-GDVFOteNWo.jpg Bisnis udang di RI bisa raup Rp1 triliun. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Letjen Purn Dr (HC) Doni Monardo terlihat begitu antusias saat sedang panen udang vaname di Desa Sejoli, Kecamatan Moutong, Kabupatan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Diketahui, PPAD telah melakukan kerja sama menandatangani MoU dengan PT Parigi Akuakultura Prima (PAP) yang memayungi tambak udang terbesar di Indonesia itu di kantor PPAD Jakarta.

Setelah itu Doni mengunjungi tambak udang untuk melakukan panen di sana.

 BACA JUGA:Dengan Udang, Mencetak Kampung-kampung Petro Dollar

Dia pun tak segan-segan langsung melepas jasnya dan masuk ke tambak udang.

Dia bersama para pekerja di sana pelan-pelan memutari tambak dan dengan sigap menangkap udang.

Menariknya, upaya Doni menangkap udang tak selalu berhasil.

Hal itu lantaran udang yang berada di tambak terus berloncatan dan tak bisa menembus jaring.

Tapi dia yakin kalau bisnis udang ini membawa banyak keuntungan, karena bisa tembus 45 – 65 ton udang. Adapun untuk panen terakhir menyentuh angka 73 ton.

“Katakan dikurangi biaya produksi 50%, maka bisa mendapatkan penghasilan Rp3 miliar per hektare. Kalau satu kampung bisa membuka lahan tambak udang vaname 100 hektare, maka sekali panen bisa mendapatkan Rp300 miliar. Setahun panen tiga kali, maka hampir Rp1 triliun per tahun,” ujarnya dari keterangan yang diterima, Senin (16/5/2022).

 BACA JUGA:Gurihnya Sup Udang Galah, Cocok Jadi Menu Buka Puasa

Dia merincikan kalau 1 hektare menghasilkan rata-rata 60 ton udang, atau setara 60.000 kg.

Dia menyebut kalau harga udang diangka Rp100.000 per kg, artinya bisa dapat Rp6 miliar.

Dia memastikan kalau kerja sama ini bisa membuat bisnis udang dalam negeri semakin sukses dan terdepan.

Lalu, dia juga mencatat ada lima hal penting yang jadi prinsip kesuksesan budaya udang vaname.

Pertama, lingkungan alam yang ekosistemnya terjaga. Di mana tidak industri yang mengeluarkan limbah dan polusi yang dihasilkan dari perkampungan atau dari masyarakat yang dapat mencemari laut.

Sehingga tidak ada bakteri ecolli, bakteri sanmonella di dalam tambak udang.

Kedua, Penguasaan teknologi budidaya. Ketiga, SDM (Sumber Daya Manusia).

Keempat, sumber keuangan, karena sebaik apa pun program budidaya udang vaname, tanpa dukungan finansial, tentu akan sulit diwujudkan.

Kelima, kerjasama dengan masyarakat, utamanya dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama di wilayah yang akan jadi kawasan tambak.

“Menurut saya, agak aneh, tambak udang yang begitu luas nggak ada satpamnya. Kenapa? Itu karena kerjasama dengan masyarakat telah terjalin dengan sangat baik,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini