Share

Sambut Waisak 2022, Menteri Basuki Siapkan Hunian Wisata Borobudur

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 16 Mei 2022 09:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 470 2594795 sambut-waisak-2022-menteri-basuki-siapkan-hunian-wisata-borobudur-twAh3Jw39J.jpg Menteri Basuki siapkan hunian wisata Borobudur. (Foto: PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan Sarhunta untuk menyambut perayaan Waisak tahun 2022 di sekitar Candi Borobudur, Magelang, Jawa tengah.

Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan peluang ekonomi ditengah meningkatnya jumlah pengunjung yang merayakan hari raya Waisak.

Mengingat masyarakat yang datang bukan hanya untuk beribadah, namun juga sekaligus berwisata.

Diharapkan umat Buddha yang datang ke perayaan Waisak maupun para wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur dapat menginap di Sarhunta.

ย BACA JUGA:Jelang Waisak 2022, PUPR Siapkan Hunian untuk Wisatawan di Borobudur

"Pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/5/2022).

Program Sarhunta merupakan rangkaian kegiatan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas rumah menjadi lebih layak huni dan sekaligus mendorong perekonomian karena rumah bisa dimanfaatkan sebagai homestay bagi para wisatawan yang berkunjung.

Terdapat 821 rumah yang mendapat bantuan Sarhunta.

Bantuan tersebut terdiri dari 382 di 15 desa berupa peningkatan kualitas rumah dengan fungsi homestay dan usaha pariwisata lainnya dan 439 unit di empat desa peningkatan kualitas rumah swadaya tanpa fungsi usaha.

ย BACA JUGA:Hari Raya Waisak 2022, Sebanyak 1.252 Napi Buddha Dapat Remisi

Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto berharap kehadiran Sarhunta dapat mendorong perekonomian masyarakat di sekitar Candi Borobudur serta meningkatkan kualitas hunian.

โ€œCiri khas elemen fisik dapat dilihat dari pembangunan atap tradisional Jawa Kerakyatan dengan bumbungan kalpataru, ada teras homestay, pintu dan jendela dengan motif kawung dan pigura bata ekspose, kamar tidur dengan bata ekspose dan fasilitas penginapan yang memadai, kamar mandi standar yang bersih serta adanya pot atau gentong untuk cuci tangan,โ€ pungkas Iwan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini