Share

Cerita Petani Kesulitan Jual Sawit hingga Mutar-Mutar Cari Pabrik

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 17 Mei 2022 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 320 2595452 cerita-petani-kesulitan-jual-sawit-hingga-mutar-mutar-cari-pabrik-nLZR5Rejeu.jpg Petani sawit sebut larangan ekspor cpo sangat merugikan (Foto: Antara)

JAKARTA – Petani sawit menyebut larangan Sawit bukan hanya menimbulkan dampak kerugian secara Financial, namun juga sempat memakan korban jiwa. Ketua DPP APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Gulat Manurung Gulat menceritakan kondisi yang dialami oleh petani sawit saat ini adalah sulitnya pabrik CPO yang mau menerima buah sawit hasil panen para petani.

"Dulu sempat ada yang meninggal di salah satu Kabupaten di Jambi, satu truk teman kami sudah mutar-mutar mencari pabrik, karena banyaknya muatan (sawit) dan kondisi jalan yang panas ban mobilnya meletus," ujar Gulat di Monas, Selasa (17/5/2022).

Lebih lanjut Gulat menceritakan selanjutnya supir truk tersebut kemudian mendongkrak truk sawit tersebut, nahas dongkrak tersebut rusak sehingga truk tersebut menimpa di supir yang kemudian meninggal di tempat.

"Ketika dia mendongkrak, dongkraknya jebol tertimpa truknya, mati dia di bawah truknya," sambung Gulat.

Gulat menjelaskan berat muatan truk yang didongkrak itu sendiri diketahui sebanyak 7 ton TBS (Tandan Buah Segar) yang dicoba untuk mendongkrak sendiri. Al hasil dongkrak tersebut tidak kuat untuk menahan beratnya TBS yang tidak terserap.

Beratnya TBS yang tidak terserap itu juga berdampak dari sisi perekonomian para petani. Dengan minimnya serapan TBS membuat harganya saat ini anjlok mengalami penurunan yang signifikan

Menurut Gulat saat ini sangat sedikit pabrik CPO yang menerima TBS (Tandan Buah Segar) milik petani, hal tersebut menurutnya adalah dampak dari adanya kebijakan larangan ekspor.

"Cukuplah dia yang menjadi korban adanya larangan ekspor CPO," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini