Share

MNC Energy Investments (IATA) Cetak Kenaikan Pendapatan 122% Pasca-Akuisisi BCR

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 278 2596209 mnc-energy-investments-iata-cetak-kenaikan-pendapatan-122-pasca-akuisisi-bcr-AYQjEHLPb9.png Kinerja Keuangan IATA Sepanjang Kuartal I-2022. (Foto: Okezone.com/IATA)

JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) mencatat capaian laba/rugi usai pengambilalihan PT Bhakti Coal Resources (BCR) per 1 Desember 2021. Di mana laporan keuangan BCR per Desember telah masuk perhitungan IATA.

Direktur IATA Kushindrarto menyampaikan, pendapatan usaha perseroan di 2021 mencapai USD17,162 juta atau naik 122% dibandingkan periode sebelumnya di 2020 hanya USD7,723.

"Kenaikan pendapatan ini dipengaruhi oleh dari sumber pertambangan. Di mana perseroan pada tahun 2021 mengakuisisi BCR," ujar Kushindrarto dalam paparan di RUPST IATA, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga: Saham MNC Energy Investments (IATA) Dapat Rekomendasi BUY, Begini Hasil Risetnya!

Sejalan dengan pendapatan, IATA mencetak laba bruto USD1,6 juta di 2021, sedangkan laba (rugi) bersih sebesar USD460,2 ribu yang artinya menekan kerugian 93% pada tahun 2020 sebesar USD6,4 juta.

"Dengan laporan pengkonsolidasian hanya profit satu bulan saja dapat meningkatkan laba bruto dan menekan kerugian," katanya.

Baca Juga: IATA Pertajam Fokus Investasi di Sektor Energi

Sedangkan pencapaian Ebitda IATA di tahun 2021 yang positif menjadi USD4,5 juta dari pada periode sebelumnya di tahun 2020 -USD842 ribu.

"Kenaikan ini juga pengaruh dari ekspansi perusahaan dimana pada 2021 perusahaan telah mengkonsolidasikan BCR dengan sangat baik," tegasnya.

Selain itu, jumlah aktiva yang diperoleh di 2021 sebesar USD101,64 juta dibanding USD53,89 juta di tahun 2020. Jumlah liabilitas juga naik menjadi USD212 juta dibanding periode sebelumnya USD38,9 juta.

Kemudian jumlah ekuitas di tahun 2021 sebesar USD110,3 juta dibanding periode sebelumnya hanya USD14,9 juta.

Kontribusi pendapatan perseroan dalam jasa pelabuhan dan pertambangan naik 54% di 2021 menjadi USD9,18 juta. Serta dari jasa penyewaan dan perawatan pesawat naik 46% menjadi USD7,9 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini