Share

Menteri Bahlil: Indonesia Belum Berpikir untuk Ekspor EBT

Antara, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 320 2596077 menteri-bahlil-indonesia-belum-berpikir-untuk-ekspor-ebt-Vd36kFUlEI.JPG Menteri Bahlil sebut Indonesia belum terpikir untuk ekspor EBT. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia tidak akan akan mengekspor energi baru terbarukan (EBT).

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang menyebut Indonesia belum ada rencana untuk ekspor EBT.

"Pemerintah Indonesia belum berpikir untuk mengekspor EBT kepada negara mana pun," ujarnya dikutip Antara, Rabu (18/5/2022).

Dia mengaku mempersilakan investor untuk menanamkan modal untuk sektor EBT di Indonesia.

 BACA JUGA:Lantik Direksi Baru Geo Dipa Energi, Sri Mulyani Soroti EBT

Tapi, untuk produk EBT-nya tidak akan diekspor agar industri bisa terbangun di dalam negeri.

"Silakan investasi di Kepri, monggo, tapi kami belum terpikir untuk ekspor EBT ke negara mana pun. Karena kita akan pakai dulu di dalam negeri, cukup dulu. Silakan kalau mau investasi, investasi di dalam negeri. Karena kalau listriknya kita jual ke negara lain, maka industri akan lari ke sana," jelasnya.

Dia mengatakan Indonesia dinilai punya peran besar dalam pengembangan EBT. Terlebih dengan tren keberlanjutan yang ada saat ini.

"EBT harus dilakukan sebab tidak akan mungkin produk yang dihasilkan lewat industri itu akan laku di global kalau tidak pakai EBT. Di dunia orang cek, pakai batu bara atau EBT. Kalau batu bara, mungkin laku, tapi pasti (harganya) jatuh," ucapnya.

 BACA JUGA:RI Tetap Pakai Energi Fosil Selama Proses Transisi ke EBT

Diketahui, Pemerintah terus mendorong pengembangan energi hijau dan ramah lingkungan, termasuk mengembangkan potensi sumber EBT hingga mendorong ekosistem kendaraan listrik dan baterai kendaraan listrik di dalam negeri.

Di mana pada pengembangan energi yang ramah lingkungan juga sejalan dengan target NDC Indonesia untuk bisa mencapai netral karbon (net zero emission) pada 2060 atau lebih cepat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini