Share

Iuran Peserta BPJS Kesehatan Sampai Rp7,1 Juta, Netizen: Aku Kira Bakal Diblokir Kalau Gak Bayar

Diana Purnamasari, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 320 2596183 iuran-peserta-bpjs-kesehatan-sampai-rp7-1-juta-netizen-aku-kira-bakal-diblokir-kalau-gak-bayar-gVQmaWOMSZ.jpeg Viral Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Masyarakat bertanya soal tunggakan iuran BPJS Kesehatan yang membengkak karena tidak dibayarkan. Hal ini diungkap dalam salah satu video di media sosial.

Video menunjukan surat dari BPJS Kesehatan tersebut menginformasikan soal tagihan iuran Jaminan Kesehatan di Bulan Mei. Adapun nama pesertanya, Ahmad Saiful dengan iuran Rp7.149.000.

Baca Juga: Kini Bayar Iuran Rutin BPJS Kesehatan Hanya Modal Jempol di Aplikasi MotionPay

"Ku kira bakal di blokir kalau gak bayar. Ternyata menumpuk. Ada yang tahu cara stop BPJS gak sih? tanya @tanianeiathanita dalam akun TikToknya, Rabu (18/5/2022).

Unggahan tersebut pun ramai dikomentari para netizen.

"gua bayar BPJS terus, berdoa dan berharap ngak make BPJS sampe kpn pun... amiinnn," tulis @Joe14397

"bpjs itu menurut aku sih penting .. ga punya uang buat persalinan Sesar di rumah sakit alhmdulillah gratis .. kita gtw kpan kita sehat atau sakit ..," tulis @NengKittys16

Baca Juga: Direksi Pastikan Posko Mudik BPJS Kesehatan saat Arus Balik Berjalan Lancar

"aku rutin byr bpjs.walau ga pernah pakai,Mudah2an bermanfaat buat orang2 yg membutuhkan.jgn terlalu hitung2an, krn rekeki sehat dr Allah tak ternilai," tulis @ju.

"ga ada ruginya kita bayar BPJS, untungnya kalo dikasih sehat Alhamdulillah, uang yg disetor setiap bulan dpat dipakai banyak orang berobat,&operasi🥰," tulis ❤️❤️❤️.

Sementara itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf menjelaskan bahwa iuran BPJS Kesehatan harus dibayarkan paling lambat setiap tanggal 10. Jika melewati batas waktu tersebut, kartu peserta pun tidak bisa digunakan.

"Iuran dibayarkan secara rutin setiap bulan paling lambat tanggal 10, jika telat maka kartu sementara digunakan," ujar Iqbal saat dihubungi Okezone.

Menurutnya, besaran tunggakan peserta tergantung berapa banyak anggota dalam satu kartu keluarga. Misalnya, ada 1 kartu keluarga berisi 5 peserta kelas 1 menunggak 24 bulan.

"Kalau nunggaknya 5 tahun, yang diperhitungkan 2 tahun atau 24 bulan saja bukan 5 tahun. Jadi bisa dihitung," ujarnya.

Dirinya pun mendorong supaya masyarakat bisa disiplin membayar iuran. Sebab jaminan kesehatan ini sifatnya gotong royong atau saling bantu antar peserta.

"Jika sudah dibayarkan tunggakannya dan iuran bulan berjalan maka kartu bisa di gunakan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini