Share

IHSG Terdongkrak Berkat Masyarakat Diizinkan Lepas Masker

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 320 2596202 ihsg-terdongkrak-berkat-masyarakat-diizinkan-lepas-masker-E3DFRdGtNX.jpg IHSG terdongkrak berkat masyarakat diizinkan lepas masker. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai melonggarkan kebijakan pemakaian masker mengingat kasus Covid-19 di Indonesia semakin melandai.

Analis menilai kebijakan lepas masker di Indonesia memberikan angin segar bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Research Analyst BNI Sekuritas, Maxi Leisyaputra mengatakan, dengan pelonggaran pemakaian masker oleh pemerintah menunjukkan kondisi pandemi di Indonesia makin terkendali.

 BACA JUGA:IHSG Meroket ke Level 6.793 di Akhir Perdagangan

"Sehingga aktivitas perekonomian diharapkan akan terus meningkat yang akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Maxi kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (18/5/2022).

Menurutnya, kebijakan lepas masker akan memberikan sentimen positif terhadap indeks.

Hal itu juga terlihat dari pergerakan IHSG hari ini yang positif.

Diketahui, IHSG berada di zona hijau pada sesi terakhir perdagangan hari ini. IHSG sempat di posisi 6.804, namun ditutup menguat 148,94 poin atau 2,24 persen ke 6.793,41.

Dia memprediksi, kebijakan tersebut juga positif dalam beberapa waktu. Tak hanya itu, dampak positif ke semua sektor yang ada di pasar saham.

Sedangkan, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pelonggaran pemakaian masker di ruang terbuka tersebut menjadi salah satu katalis positif IHSG karena ekonomi dapat makin berjalan, namun dampaknya tidak terlalu signifikan.

 BACA JUGA:IHSG Hari Ini Naik 46 Poin ke Level 6.644

"Pelonggaran masker pun dengan syarat di tempat umum yang tidak ramai dan masih berlaku di tempat tertutup dan angkutan umum,” ucapnya.

Herditya menambahkan, hal yang perlu diperhatikan kasus Covid-19 akan tetap melandai atau kembali meningkat.

Dia menyebut sentimen IHSG masih dari global antara lain konflik Rusia-Ukraina, harga komoditas dunia dan ancaman perlambatan ekonomi global.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini