Share

7 Fakta Surplus Neraca Perdagangan Cetak Rekor, Ekspor Naik dan Impor RI Turun 10,1%

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 21 Mei 2022 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 320 2597042 7-fakta-surplus-neraca-perdagangan-cetak-rekor-ekspor-naik-dan-impor-ri-turun-10-1-c0jVjcfNfR.JPG Fakta surplus neraca perdagangan RI cetak rekor. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Surplus neraca perdagangan RI periode Januari-April 2022 cetak rekor mencapai USD16,89 miliar atau setara Rp234,2 triliun. (Kurs: Rp14.400).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono yang menyampaikan kalau capaian tersebut tertinggi dibandingkan surplus pada periode yang sama sejak 2017 lalu.

"Surplus ini merupakan kinerja terbaik jika dibandingkan dengan 2021 lalu," kata Margo dikutip dari video yang diunggah Antara, Selasa (17/5/2022).

 BACA JUGA:Neraca Pedagangan RI Surplus Lagi USD7,56 miliar di April 2022

Dirangkum Okezone, Sabtu (21/5/2022), terkait fakta surplus neraca perdagangan RI:

1. Cetak Surplus USD7,56 Miliar

BPS melaporkan neraca perdagangan Indonesia mencetak surplus USD7,56 miliar pada April 2022, yang sekaligus menjadi surplus RI ke-24 kali berturut-turut.

"Jadi, surplus kita cukup tinggi dan ini beruntun selama 24 bulan. Komoditas nonmigas penyumbang surplus terbesar itu berasal dari lemak dan minyak hewan atau nabati kemudian bahan bakar mineral," ucap Margo.

2. 3 Negara Penyumbang Surplus Terbesar

Margo menyatakan negara penyumbang surplus terbesar pada April 2022 yakni Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina.

Neraca perdagangan Indonesia dengan AS mengalami surplus 1,6 miliar dolar AS, dengan komoditas penyumbang surplus utamanya berasal dari pakaian dan aksesorinya atau rajutan, diikuti alas kaki.

Kemudian, surplus neraca dagang RI terbesar kedua berasal dari India yakni sebesar 1.5 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang surplus berupa bahan bakar mineral, diikuti lemak dan minyak hewan nabati.

Sedangkan penyumbang surplus ketiga adalah perdagangan RI dengan Filipina yang surplus 977,9 juta dolar AS, dengan penyebab surplus berasal dari bahan bakar mineral, serta kendaraan dan bagiannya.

3. Defisit Neraca Dagang

Margo menyebut Indonesia juga mengalami defisit neraca dagang dengan sejumlah negara yang terbesarnya dengan Argentina, Australia, dan Thailand.

Dengan Argentina, neraca perdagangan RI mengalami defisit USD320,2 juta, di mana penyebabnya karena Indonesia mengimpor serealia, serta ampas dan sisa industri makanan.

Sedangkan dengan Australia, Indonesia mengalami defisit USD283,5 juta, di mana penyebab utamanya yakni RI mengimpor bahan bakar mineral dan serealia.

Terakhir defisit neraca perdagangan terbesar ketiga RI adalah dengan Thailand, yakni sebesar USD217,9 juta, dengan penyebab utamanya impor plastik dan barang dari plastik, serta gula dan kembang gula.

4. Tren Surplus Terbaik

Margo pun menegaskan secara kumulatif, neraca perdagangan RI pada Januari-April 2022, Indonesia mengalami surplus USD16,89 miliar atau setara Rp234,2 triliun.

"Kalau kita lihat, tren surplus ini adalah surplus kita yang terbaik pada periode 2017-2021," pungkasnya.

5. Konflik Rusia Berpengaruh

Sayangnya, Margo juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia dengan dua negara yang tengah berperang, yakni Rusia dan Ukraina, mengalami defisit pada April 2022.

"Data ini memperlihatkan bahwa konflik Rusia-Ukraina itu merugikan Indonesia, di mana neraca dagangnya defisit kepada dua negara dibanding tahun lalu yang masih surplus," ungkapnya.

6. Impor RI

Margo mengungkapkan bahwa, secara tahunan, angka impor ini masih mengalami kenaikan 21,97%.

Di mana nilai impor Indonesia tercatat sebesar USD19,76 miliar pada bulan April 2022. Angka ini mengalami turun 10,1% dibanding bulan Maret 2022.

"Sepanjang 2021 dan 2022, impor bulan April selalu mengalami penurunan dibandingkan bulan Maret. Impor sepanjang Januari-April 2022 mengalami tren pelambatan dibanding periode yang sama tahun 2021," jelasnya,

Secara rinci, nilai impor ini dikategorikan dalam 3 sektor. Untuk sektor konsumsi, nilainya mencapai USD1,7 miliar, turun 6,40% month to month (mtm) namun naik 4,21% secara year on year (yoy).

7. Ekspor RI

Adapun untuk nilai ekspor Indonesia pada April 2022 sebesar USD27,32 miliar.

Margo mencatat angka ini naik 3,11% dibandingkan bulan Maret 2022 dan naik 47,76% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021.

"Sepanjang 2021 dan 2022, peningkatan ekspor pada bulan April selalu lebih rendah dibanding dengan bulan Maret," terangnya.

Secara rata-rata, peningkatan ekspor sepanjang Januari hingga April 2022 lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Serta untuk lebih rincinya, dikategorikan dalam 4 sektor. Untuk sektor pertambangan dan lainnya mengalami kenaikan 18,58% month to month (mtm) dan 182,48% year on year (yoy) dengan nilai USD6,41 miliar. Lalu, sektor migas juga naik 2,01% mtm dan 48,93% yoy dengan nilai USD1,43 miliar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini