Share

Raih Kontrak Baru Rp30 Triliun, Waskita Bereskan Proyek-Proyek Lama

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2022 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 278 2597260 raih-kontrak-baru-rp30-triliun-waskita-bereskan-proyek-proyek-lama-wjl3UyU7d2.jfif Kontrak Baru Waskita Capai Rp30 Triliun. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk menargerkan sejumlah aksi korporasi sepanjang tahun ini. Target ini terkait perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp30 triliun hingga melanjutkan strategic partnership dengan para investor, termasuk dengan Indonesia Investment Authority (INA).

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono mengatakan, tahun ini perusahaan akan lebih fokus pada perolehan kontrak baru dengan target Rp30 triliun.

Lalu, penyelesaian proyek tertunda, melanjutkan restrukturisasi secara grup, dan melanjutkan strategic partnership dengan investor untuk melakukan asset recycling.

Baca Juga: Heboh Petugas Diduga Pungli di Tol Kayuagung-Palembang, Waskita: Hoax

"Dengan adanya dukungan pemerintah melalui PMN (Penuertaan Modal Negara), Waskita Karya juga akan fokus menyelesaikan konstruksi jalan tol hingga titik tertentu, yang akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan jalan tol dan juga akan mempermudah proses strategic partnership dengan para calon investor," ungkap Destiawan, Jumat (20/5/2022).

Ihwal asset recycling, Destiawan meyakini mampu membantu penurunan kerugian emiten dengan kode saham WSKT ini. Saat ini perusahaan berhasil menerima good funds sebesar Rp3,28 triliun. Dana ini berasal dari penerbitan obligasi dan sukuk dengan penjaminan pemerintah.

Baca Juga: Viral! Petugas Jalan Tol Diduga Lakukan Pungli

Destiawan memastikan dana ini digunakan untuk refinancing dan sebagai modal kerja proyek tol Kayu Agung - Palembang - Betung.

Meski emiten pelat merah ini masih fokus melaksanakan proses restrukturisasi dan masih terdampak gelombang kedua pandemi Covid-19, pendapatan usaha kuartal IV-2021 telah menunjukkan tren positif dengan meningkat sebesar 14,58% secara tahunan atau year on year (yoy).

Tren positif tersebut paling besar dikontribusi oleh pendapatan jasa konstruksi dan jalan tol. Pendapatan asset recycling juga sesuai target dengan keuntungan sebesar Rp 2,65 triliun.

"Transformasi bisnis yang telah dijalankan dengan lean juga berdampak positif bagi perseroan dengan beban usaha yang turun signifikan pada tahun 2021," ungkapnya.

Penurunan beban usaha ini berasal dari penurunan beban pokok pendapatan sebesar 68,22% YoY, penurunan beban penjualan sebesar 88,08% YoY serta penurunan beban umum dan administrasi sebesar 47,89% YoY.

Beban keuangan utang lama juga mengalami penurunan sebesar 36,49% YoY pada kuartal IV 2021 dengan adanya Master Restructuring Agreement (MRA) dan pembayaran sebagian pokok utang pada tahun lalu.

Jumlah aset pada 2021 sebesar Rp 103,60 triliun, atau meningkat sebesar 2,81% YoY disebabkan oleh peningkatan aset lancar dalam bentuk kas yang berasal dari PMN dan rights issue 2021.

Di sisi lain, aset tidak lancar mengalami penurunan disebabkan oleh transaksi asset recycling yang dilakukan oleh Perseroan selama 2021. Perseroan juga mencatatkan liabilitas sebesar Rp 88,14 triliun, atau menurun sebesar 1,34% YoY disebabkan oleh penurunan utang usaha.

Ekuitas WSKT sebesar Rp 15,46 triliun, atau meningkat sebesar 35,28% YoY. Kemampuan likuiditas perusahaan pada 2021 juga menunjukkan tren membaik dengan masih positifnya arus kas dari operasional, proceeds dari asset recycling pada aktivitas investasi, serta dukungan proceeds rights issue pada aktivitas pendanaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini