Share

6 Fakta Menarik Keran Ekspor CPO Dibuka, Berlaku Hari Ini

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 320 2597288 6-fakta-menarik-keran-ekspor-cpo-dibuka-berlaku-hari-ini-nRgEQNB6TI.jpg Ekspor CPO dan Minyak Goreng Kembali Diizinkan. (Foto: Okezone.com/PTPN)

 JAKARTA - Ekspor CPO dan minyak sawit kembali diizinkan mulai hari ini. Dicabutnya larangan ekspor membuat petani sawit semangat lagi.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan langkah yang diambil pemrintah dengan kembali membuka ekspor CPO merupakan kebijakan yang tepat.

"Good, lebih baik mengakui dan memperbaiki kebijakan daripada terus mempertahankan kebijakan yang salah," ujarnya.

Baca Juga: Kebijakan Buka Keran Ekspor CPO Dinilai Langkah yang Tepat

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik terkait dicabutnya larangan izin ekspor CPO, Senin (23/5/2022):

1. Jokowi Cabut Izin Larangan Ekspor CPO

Presiden Joko Widodo mencabut larangan ekspor CPO (Crude Palm Oil) yang sebelumnya dihentikan karena alasan ketersediaan dan harga yang tinggi di dalam negeri. Menurut Presiden saat ini ketersediaan minyak goreng di pasar cukup cukup melimpah, dari sisi harga pun menurut presiden sudah berangsur mengalami penurunan.

2. Izin Ekspor CPO Berlaku Hari Ini

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka kembali ekspor minyak goreng pada Senin 23 Mei 2022. Hal ini berdasarkan hasil pemantauan dan laporan di lapangan yang diterima, di mana pasokan minyak goreng terus bertambah.

Baca Juga: Ekspor CPO dan Minyak Goreng Kembali Diizinkan Mulai 23 Mei

"Kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah adalah sebesar 194 ribu ton per bulannya dan pada Maret 2022 sebelum pelarangan ekspor, pasokan kita hanya mencapai 64,5 ribu ton," ujar Jokowi.

3. Alasan Ekspor CPO Kembali Diizinkan

Ekspor CPO dan minyak goreng kembali diizinkan mulai Senin 23 Mei 2022. Hal ini diputuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena pasokan minyak goreng dalam negeri sudah banyak.

Kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah sebesar 194 ribu ton per bulannya. Sebelum larangan ekspor CPO dan minyak, Maret 2022 pasokan hanya 64,5 ribu ton.

Kemudian setelah dilakukan pelarangan ekspor di April, pasokan migor mencapai 211 ribu ton per bulannya. Artinya jumlah tersebut melebihi kebutuhan nasional bulanan.

"Terdapat penurunan harga rata-rata minyak goreng secara nasional, pada April sebelum pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional migor curah Rp19.800, dan setelah pelarangan ekspor, harga rata-rata turun menjadi Rp17.200 hingga Rp17.600," ujar Jokowi.

4. Pertimbangkan Nasib Pekerja

Menko Airlangga mengatakan, pencabutan kembali larangan ekspor produk minyak sawit termasuk minyak goreng dan Crude Palm Oil (CPO) disampaikan Presiden Joko Widodo lewat pernyataan resminya.

“Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini, serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga di industri sawit petani dan pekerja dan tenaga pendukung lainnya maka saya memutuskan ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022,” katanya.

5. Stok Minyak Goreng Saat Ini

Dari sisi kebutuhan dan pasokan, kebutuhan minyak goreng curah di dalam negeri sebesar 194.634 ton per bulan. Sedangkan sebelum dilakukan kebijakan pelarangan ekspor, pasokan minyak goreng curah pada Maret hanya mencapai 64.626,52 ton atau 33,2 persen dari kebutuhan per bulan.

Namun setelah dilakukan kebijakan pelarangan ekspor, pasokan minyak goreng curah pada April meningkat menjadi 211.638,65 ton per bulan atau 108, 74 persen dari kebutuhan yang melebihi kebutuhan bulanan nasional.

6. Petani Ucapkan Terimakasih

Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Gulat Manurung mengapresiasi kebijakan pemerintah yang kembali membuka ekspor CPO.

"Kami berterima kasih kepada Presiden Jokowi telah mendengar usulan dari petani sawit, APKASINDO selalu memberikan solusi alternatif, jadi tidak hanya sekedar memberikan protes tapi memberikan alternatif," ujar Gulat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini