Share

Harga Telur Ayam Meroket Imbas Pakan Ternak Mahal

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2022 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 320 2597423 harga-telur-ayam-meroket-imbas-pakan-ternak-mahal-8369tL2SRu.JPG Harga telur naik. (Foto: Okezone)

MALANG - Kenaikan harga telur ayam diakui peternak karena melambungnya harga pakan ternak.

Kenaikan harga pakan ternak bahkan melonjak hingga mencapai lebih dari Rp100.000 per satu saknya seberat 50 kilogram.

Peternak ayam Sunardi mengungkapkan, sebelumnya harga pakan ternak Rp350.000-Rp380.000 per satu sak seberat 50 kilogram.

 BACA JUGA:Harga Telur Ayam Rp27.000/Kg, Pedagang Ungkap Ada Kejanggalan

Tetapi sejak beberapa hari terakhir ini harga melonjak hingga menyentuh angka Rp480.000 - Rp500.000 per saknya.

Apalagi ditambah dengan kenaikan harga jagung, yang menjadi campuran pakan ternak hingga 50%.

"Untuk konsentrat ayam layer harga jagung dua tahun ini harga tidak pernah turun, selalu di atas Rp5.000, rata-rata Rp5.500 - Rp6.500, harga jagung menentukan harga pakan 50% dari pakan campuran itu dari jagung," kata Sunardi, pada Jumat (20/5/2022) kepada MNC Portal Indonesia.

Selama ini dirinya mengambil pakan ternak dari sejumlah perusahaan seperti Charoen Pokphand Tbk, Japfa Comfeed Tbk, Malindo Feedmill Tbk, dan Sierad Produce Tbk. Di mana setiap bulannya dia membutuhkan 2,4 ton pakan setiap bulannya untuk sekitar 20.000 ekor ayam petelur miliknya.

"Per ekor standarnya 115 - 120 gram (pakan ternak) sesuai jenis stren, atau jenis ayamnya, kalau satu ekor 120 gram (total semua kebutuhan pakan ternak) sekitar 2 ton 400 kilogram untuk kebutuhan kandang intern," tutur peternak di Desa Ampeldento, Karangploso, Kabupaten Malang.

Dengan kebutuhan pakan ternak tersebut maka dapat dihitung secara estimasi per kilogramnya sebesar Rp10.000.

Hal ini membuat dirinya terpaksa menaikkan harga jual telur yang disuplai ke pedagang sejak 18 Mei 2022 lalu, sebesar Rp24.500 per kilogramnya.

 BACA JUGA:7 Kesalahan saat Menyimpan Telur, Nomor 2 Paling Sering Dilakukan!

"Pakan ternak ini hampir setengahnya untuk operasional peternak. Dalam penyesuaian tersebut otomatis tidak mencukupi biaya operasional, sedangkan patokan harga operasional telur harga pakan dikalikan tiga, seandainya harga pakan Rp7.000 contoh, dikalikan tiga ketemunya Rp21.000, itu untuk pakan saja, belum penyesuaian kandang, bayar karyawan listrik, pajak juga. Makanya kenapa harga telurnya dituntut naik juga," paparnya.

Dirinya pun berharap pemerintah bisa melakukan intervensi terhadap harga pakan ternak, terutama komoditi jagung yang menjadi campuran tertinggi bahan pakan ternak.

Mengingat campuran pakan ternak ayam disebut Nardi, berupa dedak bekatul sebesar 15%-20% dan konsentrat sebesar 20%

"Harapannya supaya bisa bertahan harga jagung hendaknya, kita tidak minta murah, petaninya kasihan tidak nutut produksi, minta harga yang wajar saja. Ketersediaan barang yang sesuai keinginan atau sesuai standar pakan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini