Share

Cerita Mantan Dirjen Pajak Wisuda S1 Sarjana Hukum di Usia 75 Tahun, Raih 2 Penghargaan MURI

Heri Purnomo, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2022 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 320 2597448 cerita-mantan-dirjen-pajak-wisuda-s1-sarjana-hukum-di-usia-75-tahun-raih-2-penghargaan-muri-tZVZFxea8h.jpg Mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo Dapat Penghargaan MURI. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Mantan Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo mendapatkan dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Dua penghargaan tersebut didapatkan karena dirinya menjadi mahasiswa tertua dan penggagas Single Identity Nomber (SIN).

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Muri, Jaya Suprana dalam acara wisuda ke-61 Universitas Krisnadwipayana di Jakarta Conversation Center (JCC) pada Kamis (19/5/2022).

Baca Juga: Negara Sudah Kumpulkan Rp8,28 Triliun dari Tax Amnesty Jilid II

Ketua Muri, Jaya Suprana mengatakan pihaknya memberikan rekor MURI kepada Hadi Poernomo karena beliau di usia 75 tahun masih semangat untuk mendapatkan gelar sarjana hukum.

"Usia 75 tahun belum pernah saya kenal di dunia ini bahwa ada seorang doktor tetapi beliau masih bersemangat buat ijazah sarjana hukum," ujarnya ketika ditemui awak media, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga: Negara Sudah Kumpulkan Rp8,28 Triliun dari Tax Amnesty Jilid II

Jaya menilai, sosok Hadi Poernomo harus dijadikan sebagai panutan oleh masyarakat Indonesia.

"Semangat itu yang dibutuhkan oleh bangsa kita, nah beliau ini memberikan keteladanan bukan dengan omongan tetapi dengan perilaku," katanya.

Di samping memberikan penghargaan sebagai mahasiswa tertua, MURI juga memberikan penghargaan kepada Hadi Poernomo sebagai penggagas Single Identity Nomber (SIN), dimana gagasannya digadangkan dapat menjadi sistem yang mampu mengintegrasikan pajak.

Disisi lain, Hadi Poernomo merasa senang dengan penghargaan yang diberikan MURI kepadanya, namun ia menilai penghargaan ini juga menjadi beban tersendiri buatnya.

"Ya disamping senang, tapi tanggung jawabnya jadi lebih besar, jadi kita harus jadi panutan dan lebih berhati-hati, kalo dulu jaring hati hatinya hanya 10 sekarang jadi 20 sehingga makin sempit pergerakanya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini