Share

Neraca Pembayaran RI Defisit USD1,8 Miliar di Kuartal I-2022

Antara, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2022 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 320 2597470 neraca-pembayaran-ri-defisit-usd1-8-miliar-di-kuartal-i-2022-fjfDruYvdj.jfif Neraca pembayaran Indonesia defisit USD1,8 miliar. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami defisit USD1,8 miliar pada kuartal I 2022.

Hal ini disebabkan dari defisit pada transaksi modal dan finansial meskipun di sisi lain transaksi berjalan menikmati surplus.

Adapun besaran defisit transaksi modal dan finansial sebesar USD1,7 miliar pada kuartal I 2022 lebih tinggi dibanding capaian surplus pada neraca transaksi berjalan yang sebesar USD 0,2 miliar, sehingga NPI kembali defisit seperti kuartal IV 2021.

ย BACA JUGA:Top! Neraca Dagang Indonesia Surplus USD4,53 Miliar pada Maret 2022

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan NPI pada kuartal I 2022 tetap baik dan mampu menopang ketahanan eksternal.

Dia menyebut cadangan devisa pada akhir Maret 2022 tercatat sebesar USD139,1 miliar atau setara dengan pembiayaan 7,0 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional.

โ€œBank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat mempengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian, serta melanjutkan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal,โ€ ujarnya dikutip Antara, Jumat (20/5/2022).

Lalu, dalam transaksi modal dan finansial, bank sentral melihat investor optimistis terhadap prospek pemulihan ekonomi domestik dan iklim investasi, yang terindikasi dari neto investasi langsung pada kuartal I 2022 sebesar USD4,5 miliar.

ย BACA JUGA:Top! Neraca Dagang Indonesia Surplus USD4,53 Miliar pada Maret 2022

Tapi, masih ada ketidakpastian pasar keuangan global karena meningkatnya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan rencana percepatan normalisasi kebijakan moneter di negara maju.

Di mana ketidakpastian itu menyebabkan aliran keluar investasi portofolio.

Diketahui, transaksi modal dan finansial pada kuartal I 2022 ini defisit USD1,7 miliar, lebih rendah dibanding defisit USD2,2 miliar pada kuartal IV 2021.

Namun, pada transaksi investasi lainnya, defisit yang lebih besar dari triwulan sebelumnya antara lain disebabkan oleh peningkatan piutang dagang dan penempatan ke aset valas sejalan dengan masih tingginya aktivitas ekspor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini