Share

Alasan RI Masih 'Ogah' Ekspor EBT ke Negara Lain

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2022 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 320 2597478 alasan-ri-masih-ogah-ekspor-ebt-ke-negara-lain-6huICltYBx.JPG Alasan RI masih belum ingin ekspor EBT. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan Indonesia belum akan mengekspor energi baru terbarukan (EBT).

Penegasan ini disampaikan dalam forum investasi, bagian dari pelaksanaan KTT G20 2022 di Indonesia.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mencatat Indonesia belum akan melakukan ekspor EBT ke negara manapun.

Pemerintah Indonesia akan fokus terlebih dahulu pada kebutuhan dalam negeri.

 BACA JUGA:Alasan Menteri Bahlil Tak Ekspor EBT

“Silakan investasi di Indonesia, tapi kita belum pikir untuk ekspor EBT. Kita pakai dulu, cukup dulu. Kalau kita jual ke negara lain, maka investasi akan lari ke sana,” ujar Bahlil, dikutip Jumat (20/5/2022).

Dalam pertemuan dengan CEO Air Products & Chemicals, Seifi Ghasemi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas tentang pengembangan EBT di Indonesia.

Seifi Ghasemi kemudian menyampaikan komitmen untuk memberikan investasi sebesar USD3 miliar atau setara Rp43,78 triliun. Dana tersebut bakal digunakan untuk membangun Hidrogen di beberapa bendungan yang ada di Indonesia.

"Chairman daripada Air Products sangat fokus meminta Presiden Jokowi untuk mengelola bendungan yang dimiliki oleh negara untuk mendorong Hidrogen sebagai kontributor transisi energi," tegasnya.

 BACA JUGA:RI Kantongi Investasi Rp43,78 Triliun untuk Kembangkan EBT

Menurutnya, hal ini sejalan dengan fokus Indonesia dalam mendorong transisi energi pada forum KTT G20 Presidensi Indonesia, terutama untuk membangun emisi karbon dan energi baru dan terbarukan.

Dia menjelaskan, hidrogen merupakan salah satu potensi yang cukup besar di miliki di Indonesia.

Namun, saat ini negara belum mampu untuk mengelolanya sendiri.

Sehingga diharapkan dengan investasi yang masuk dari Air Products ini bisa lebih mengoptimalkan dan menggali potensi EBT yang dimiliki Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini