Share

Tambahan Subsidi Energi Selamatkan Rakyat dari Kenaikan Harga BBM dan Listrik

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2022 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 320 2597521 tambahan-subsidi-energi-selamatkan-rakyat-dari-kenaikan-harga-bbm-dan-listrik-6qgIQhiphJ.jpg Sri Mulyani tambah anggaran subsidi energi (Foto: Reuters)

JAKARTA – Pemerintah menambah anggaran subsidi energi dalam revisi APBN 2022. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai penambahan subsidi Bakar Minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG) dan listrik agar tidak mengalami kenaikan harga menjadi bukti negara hadir bagi masyarakat.

Dia pun menyambut baik dukungan DPR RI terhadap usulan pemerintah melalui Menteri Keuangan terkait penambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"(Pemerintah) terus berupaya keras, karena tidak ingin membebani rakyat di tengah persoalan pangan dan energi global,” ungkap Erick, Jumat (20/5/2022).

Erick juga memastikan Kementerian BUMN bersama PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero) akan fokus menjaga ketersediaan energi hingga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Konflik Rusia-Ukraina menyebabkan harga minyak dunia melonjak lebih dari USD 100 per barel, sementara asumsi dalam APBN di 63 per barel. Karena itu, Sri Mulyani mengusulkan tambahan anggaran untuk subsidi energi dan kompensasi ke Banggar DPR RI.

Adapun tambahan anggaran subsidi energi yang diusulkan sebesar Rp74,9 triliun. Rinciannya,Rp71,8 triliun untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG dan Rp3,1 triliun untuk subsidi listrik tahun ini.

"Dukungan tambahan anggaran ini untuk melindungi masyarakat dari kenaikan harga yang signifikan, sehingga memang harus karena pilihannya hanya ada dua. Kalau tidak ada tambahan subsidi energi dan kompensasi, maka harga BBM dan listrik naik," kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Untuk kompensasi BBM dan LPG diperhitungkan mencapai Rp324,5 triliun. Angka ini terdiri dari tambahan kompensasi 2022 sebesar Rp216,1 triliun, yang terdiri dari kompensasi BBM sebesar Rp194,7 triliun dan kompensasi listrik senilai Rp21,4 triliun.

"Ada juga kurang bayar kompensasi hingga 2021 sebesar Rp108,4 triliun, yang terdiri dari kompensasi untuk BBM sebesar Rp83,8 triliun dan kompensasi listrik sebesar Rp24,6 triliun. Tetapi, kami hanya akan mengalokasikan tambahan kompensasi di APBN tahun 2022 sekitar Rp275 triliun saja. Untuk sisanya atau sekitar Rp49,5 triliun akan dialokasikan pada anggaran tahun 2023," tutur Sri Mulyani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini