Share

Bank Mandiri Siapkan Rp1 Triliun Bayar Obligasi Jatuh Tempo

Anggie Ariesta, Jurnalis · Sabtu 21 Mei 2022 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 21 278 2597830 bank-mandiri-siapkan-rp1-triliun-bayar-obligasi-jatuh-tempo-qv8veFwmuK.jpg Bank Mandiri Bayar Obligasi Jatuh Tempo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyiapkan dana untuk pembayaran Obligasi Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap II Tahun 2017 Seri A yang jatuh tempo dalam waktu dekat.

Corporate Secretary BMRI, Rudi As Aturridha mengatakan, obligasi tersebut memiliki pokok senilai Rp1 triliun dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2022.

Baca Juga: Kredit Bank Mandiri Tembus Rp1.072,9 Triliun pada Kuartal I-2022, Ini Rinciannya

“Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan telah menyiapkan dana untuk membayar pokok obligasi sebesar Rp 1 triliun. Beserta bunga obligasi senilai Rp20 miliar,” ujar Rudi, dalam keterbukaan informasi BEI, Sabtu (21/5/2022),

Sebelumnya, Pefindo menegaskan peringkat idAAA untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2017 Seri A Bank Mandiri sebesar Rp1 triliun yang akan jatuh tempo pada 15 Juni 2022.

Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) Raih Laba Bersih Rp10 Triliun di Kuartal I-2022, Meroket 70%

Pefindo menyebut, perusahaan siap melunasi obligasi yang akan jatuh tempo karena didukung oleh aset likuid yang ditempatkan pada Bank Indonesia sebesar Rp10,1 triliun per 31 Maret 2022.

Kemampuan obligor untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan obligor lain adalah superior.

Bank Mandiri merupakan bank komersial milik pemerintah yang menawarkan produk dan jasa perbankan yang lengkap termasuk korporasi, komersial, UKM dan mikro, konsumer, internasional, dan treasury.

BMRI juga menyediakan layanan jasa keuangan melalui anak-anak perusahaan termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Mandiri Taspen, Mandiri Tunas Finance (MTF), Asuransi Jiwa InHealth Indonesia, AXA Mandiri Financial Services, dan Mandiri Sekuritas.

Hingga akhir 2021, 52% saham Bank Mandiri dimiliki oleh pemerintah Indonesia, 8% oleh Indonesia Investment Authority (INA). Sedangkan 40% sisanya dimiliki oleh publik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini