Share

PLN Habiskan Rp452 Miliar Bangun 2 Infrastruktur Kelistrikan di Kawasan Industri

Athika Rahma, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 320 2598729 pln-habiskan-rp452-miliar-bangun-2-infrastruktur-kelistrikan-di-kawasan-industri-r5wB0rkiDO.jpg PLN bangun infrastruktur listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT PLN (Persero) menghabiskan dana ratusan miliar untuk membangun dua infrastruktur ketenagalistrikan di kawasan industri di Karawang. Infrastruktur yang dibangun berupa Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kiloVolt (kV) Sukatani dan Gas Insulated Switchgear Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kV Sukatani.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) Djarot Hutabri EBS mengatakan, pasokan listrik yang andal akan menjadi salah satu kunci dalam membuka peluang investasi. Dengan semakin kuatnya pasokan listrik ke kawasan industri Karawang, Djarot berharap dapat menjadi daya tarik investor baru.

“Seperti yang diketahui secara umum bahwa Karawang adalah salah satu daerah industri terbesar di Indonesia. Listrik memegang peranan penting dalam peningkatan iklim investasi. Oleh karena itu, pasokan listrik harus benar-benar dijaga keandalannya,” ungkap Djarot, Senin (23/5/2022).

Menurut Djarot, untuk membangun dua infrastruktur kelistrikan tersebut PLN menginvestasikan Rp452 miliar, kedua Proyek Strategis Nasional (PSN) ini ditargetkan rampung pada November 2022. Sementara kemajuan pembangunan hingga saat ini telah mencapai 77%.

GISTET 500 kV Sukatani akan memiliki kapasitas sebesar 1.000 Mega Volt Ampere (MVA) dengan 2 tower incomer 500 kV sepanjang 3,5 kilometer sirkit (kms). Sedangkan untuk GIS 150 kV akan memiliki kapasitas sebesar 120 MVA dengan tower incomer 150 kV sepanjang 3,44 kms.

Djarot menambahkan, kedua gardu induk ini menggunakan teknologi isolasi gas sulphurhexaflouride(SF6) dimana lahan yang digunakan lebih efisien dibandingkan Gardu Induk Konvensional.

"Melalui teknologi ini, pembangunan gardu induk tidak lagi membutuhkan luasan lahan yang besar sehingga efektif untuk diterapkan di kota/daerah padat penduduk," ungkapnya.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini