Share

Program Minyak Goreng Rakyat Sasar 30.000 Pengecer, Berapa Harganya?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 320 2598761 program-minyak-goreng-rakyat-sasar-30-000-pengecer-berapa-harganya-Xm6DQpLt3K.JPG Minyak goreng curah. (Foto: Okezone)

 JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan tengah membuat program minyak goreng rakyat untuk memastikan ketersedian stok di masyarakat aman.

"Per hari ini juga kita sedang menginisiasi suatu program baru yang kita sebut dengan pelaku usaha jasa logistik dan eceran yang berbasiskan teknologi," ungkap Mendag dalam program INews Siang, Senini (23/5/2022).

Mendag Lutfi menjelaskan program ini ditargetkan bisa menjangkau 30.000 pengecer di seluruh Indonesia.

 BACA JUGA:RI Buka Keran Ekspor CPO, Harga Minyak Sawit Masih Tinggi

"Jadi program ini adalah program pemerintah untuk minyak goreng rakyat namanya, yang kita akan siapkan nantinya pada 10.000 setidaknya, bahkan akan mencapai 18.000 sampai 30.000 pengecer di seluruh Indonesia," jelasnya

Dia menyampaikan bahwa program ini ditujukan untuk 40 juta keluarga agar bisa membeli minyak goreng curah sesuai dengan HET dan tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan stoknya.

"Jadi program ini diperuntukkan untuk 40 juta keluarga atau setara dengan 150 juta orang yang membutuhkan untuk membeli minyak goreng di harga Rp14.000 jadi kalau kita lihat penduduk yang padat, masyarakat bisa membeli minyak goreng ini tidak lebih jauh dari pada 2-5 KM dan pada kesempatan pertama mungkin dalam bilangan 2 minggu akan tercapai 10.000 titik tersebut," tuturnya.

Dia juga mengungkapkan kalau harga minyak goreng curah di pasaran sekarang berangsur menurun bahkan sudah mendekati HET.

Berbeda dengan harga minyak goreng kemasan yang sampai saat ini hanya mengalami sedikit penurunan.

"Jadi kalau kita melihat harga minyak goreng curah dari telaahan Satgas Pangan memang sudah terdeteksi menurun, bahkan di beberapa tempat di 4000 tempat dari 17.000 pasar di seluruh Indonesia sudah HET. sedangkan untuk kemasan adalah memang diserahkan kepada mekanisme pasar, memang terjadi penurunan asal dari Rp1.000 sampai Rp2.500 per liternya ini yang sedang kita pantau terus," ucaonya,

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini