Share

Begini Proyeksi Perkembangan Desa 2022-2045, Pendapatan Warga Bisa Rp2,4 Juta

Heri Purnomo, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 320 2598821 begini-proyeksi-perkembangan-desa-2022-2045-pendapatan-warga-bisa-rp2-4-juta-Pxy1jlzz2F.JPG Ilustrasi desa. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menyusun proyeksi perkembangan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi dari 2022 sampai 2045.

Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Kemendes PDTT Ivanovich Agusta menyampaikan bahwa data proyeksi PDTT 2022 sampai 2045 dapat digunakan desa untuk menyusun kebijakan yang dapat menguntungkan dan bermanfaat bagi desa ke depannya.

"Dengan demikian desa nantinya akan berhasil, berguna dan bisa melakukan seluruh kebutuhan perencanaan, pelaksanaan pembangunan sesuai dengan data dan indormasi yang sudah ada," ujar Ivanovich dalam webinar bulanan BPI, Senin (23/5/2022).

 BACA JUGA:Jokowi Bikin Diam Pejabat soal Dana Desa Rp400,1 Triliun, Kaget?

Dalam acara webinar tersebut hadir juga Kordinator Penyusunan Keterpaduan Rencana Pembangunan Desa Kemendes PDTT Nurhayadi yang merincirikan proyeksi yang telah disusun Kemendes PDTT 2022 sampai 2045.

Nurhayadi mengatakan proyeksi jumlah desa pada tahun 2020 hingga tahun 2045 hanya mengalami peningkatan sebanyak 34 jumlah desa.

"Tekanan moratorium pembuatan desa baru membuat jumlah desa diprediksi hanya meningkat sedikit dari 74.953 pada 2020 menjadi 74.087 pada 2025," ujar Nurhayadi.

Sementara untuk proyeksi jumlah penduduk perdesaan berdasarkan data SUPAS akan mengalami penurunan sejalan dengan laju urbanisasi desa kota yang semakin tinggi, di 2030 diperkirakan 107.65 juta jiwa menurun menjadi 86.44 juta jiwa di tahun 2045.

Untuk proyeksi sumber penghasilan utama, Nurhayadi menyebut perekonomian penduduk desa pada tahun 2045 sebagian besar masih bertumpu sektor pertanian sebesar 88,44%

Menurutnya, tren penghasilan utama desa tersebut nantinya akan mengalami penurunan sejalan dengan kreatikreativitas ekonomi desa di sektor non pertanian.

Sedangkan perekonomian penduduk desa di bidang perdagangan dan industri pengolahan terus bertumbuh sampai 4% dan 5,25% pada tahun 2045.

"Jumlah pendapatan warga desa pada tahun 2013 sebesar Rp505.461 perkapita/bulan. dalam kurun waktu 8 tahun, jumlahnya meningkat sebesar 47,97 persen menjadi Rp971.445 per kapita/bulan. Pendapatan warga desa diperkirakan mengalami peningkatan secara gradual hingga mencapai Rp2. 412.901 perkapita/bulan di tahun 2045," katanya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa untuk proyeksi Anggaran pendapatan Belanja (APB) desa sebesar Rp52 triliun.

Selama kurun waktu 6 tahun, jumlah APB desa mengalami peningkatan sebesar 57,02% menjadi Rp121 triliun.

"Apb desa diperkirakan mengalami peningkatan secara gradual tahun 2045 sebesar 381 triliun rupiah. Peningkatan apb desa akan meningkatkan kesejahteraan warga desa," ungkapnya.

Sedangkan untuk jumlah Badan Usaha Mili Desa (BUM Des) pada tahun 2017 sampai 2021 meningkat sebanyak 32,29 persen dari 43.339 menjadi 52.278 BUM Des.

Seluruh desa di Indonesia diperkirakan telah memiliki BUM Desa pada tahun 2028 dengan total 74.968 BUM desa.

Selanjutnya untuk proyeksi ekonomi online di desa, internet diprediksi sudah akan terpenuhi ke seluruh desa pada 2022, namun untuk jasa ekspedisi baru akan mencapai 70.171 desa pada 2045.

Diperkirakan seluruh desa di Indonesia sudah teraliri listrik pada 2030 dengan nilai elektrifikasi desa 650. Jalan aspal juga akan mendominasi seluruh desa pada 2032.

 BACA JUGA:Penyelenggaraan G20 Buka Peluang Percepat Pembangunan Infrastruktur Daerah Tertinggal

Sementara untuk proyeksi tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan ketimpangan di desa, presentasi TPT di pedesaan pada 2022 sebesar 4,71% dan memiliki tren penurunan sampai 2045 dengan nilai proyeksi sebesar 2,34%.

Nilai indeks gini di pedesaan juga memiliki tren penurunan dari 0,315 di 2021 menjadi 0,295 di 2045.

Untuk desa yang memiliki pembuangan sampah sementara pada tahun 2045 diproyeksikan hanya mencapai 33.126 desa yang memiliki tempat pembuangan sampah sementara.

"Muhadah-mudahan ini terus meningkat, supaya mengurangi dampak lingkungan yang di timbulkan terhadap bumi melalui produksi dan konsumsi yang sewajarnya," ucapnya.

Dalam proyeksi tindak kejahatan penyalahgunaan atau peredaran narkoba menunjukan peningkatan yang signifikan dari 9.019 pada tahun 2022 menajdi 27.894 kasus di tahun 2045.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini