Share

Sempat Hengkang, Kini Banyak Perusahaan Dunia Kembali Bisnis di Rusia dengan Merek Baru

Senin 23 Mei 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 455 2598526 sempat-hengkang-kini-banyak-perusahaan-dunia-kembali-bisnis-di-rusia-dengan-merek-baru-Nl49JKOEkl.jpg Banyak Perusahaan Kini Kembali Bisnis di Rusia. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Setelah sempat hengkang dari Rusia, banyak bisnis yang memutuskan kembali namun dengan nama atau merek baru. Misalnya eestoran waralaba cepat saji McDonald's Corp menjual restorannya di Rusia kepada salah satu pemegang lisensi lokal, yang akan membuka kembali usaha tersebut dengan nama baru.

Langkah tersebut merupakan rebranding paling terkenal sejauh ini dari sejumlah perusahaan yang hengkang dari Rusia.

Sejumlah merek Barat mengungkapkan bahwa mereka berniat untuk keluar dari pasar Rusia untuk menghindari agresi Rusia di negara tetangga Ukraina.

Baca Juga: Twitter Hadirkan Label Peringatan untuk Konten Sesat Soal Konflik Rusia-Ukraina

Perusahaan akuntansi dan konsultan "Empat Besar" dunia telah memutuskan hubungan dengan Rusia. Namun dalam tiga kasus, cabang Rusia perusahaan-perusahaan tersebut telah berganti nama. PricewaterhouseCoopers (PwC) mengatakan perusahaan penerus kantor cabangnya di Rusia akan disebut sebagai Technologies of Trust.

"Meskipun butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan mengembangkan reputasi yang sempurna, hal itu dapat dirusak dalam semalam," kata Technologies of Trust, dikutip dari VOA Indonesia, Senin (23/5/2022).

Sementara eks bisnis Deloitte di Rusia menjadi "Business Solutions and Technologies, menurut pengajuan peraturan pada 18 Mei yang dilakukan oleh salah satu klien utama dari Rusia, operator seluler MTS.

Baca Juga: Ancaman Rusia untuk AS dan Negara Barat: Kami Punya Kekuatan untuk Mempermalukan Kalian

Sementara EY, eks bisnis unit Rusianya telah diluncurkan kembali dengan nama Audit Technologies and Solutions Centre - Audit Services.

KPMG mengatakan pada Maret, sebanyak 4.500 mitra dan stafnya di Rusia dan Belarus akan meninggalkan jaringan KPMG.

"Semua aspek formal interaksi akan dikerjakan dengan setiap klien secara individual," katanya tanpa mengatakan apakah bisnis akan diluncurkan kembali di bawah kepemilikan Rusia.

PwC tidak memiliki komentar lebih lanjut. Deloitte, EY dan KPMG pun tidak segera menanggapi pertanyaan.

Asuransi Zurich mengatakan pada 20 Mei bahwa pihaknya telah setuju untuk menjual bisnis cabang Rusianya kepada anggota tim lokal, yang akan mengoperasikan bisnis dengan merek yang berbeda. Namun nama barunya belum diungkapkan.

Unit Rusia dari firma hukum Bryan Cave Leighton Paisner diluncurkan kembali di bawah manajemen Rusia pada 6 April sebagai Mitra ALUMNI.

Raksasa real estat komersial CBRE meninggalkan Rusia, mengakhiri kemitraannya dengan dua perusahaan afiliasi di sana. Mantan unit Rusia CBRE mengatakan manajer yang ada akan mengambil alih bisnis, yang akan beroperasi sebagai CORE:XP.

Lalu, produsen mobil Prancis Renault akan menjual saham mayoritasnya di perusahaan pembuat mobil Avtovaz ke lembaga sains Rusia, dengan angka transaksi yang dilaporkan hanya satu rubel. Namun terdapat opsi untuk membelinya kembali enam tahun, membiarkan pintu terbuka bagi Renault untuk kembali memasuki Rusia.

Pabrik Renault Russia di Moskow akan berhenti membuat Renault dan berganti nama menjadi Moscow Automobile Factory Moskvich, menghidupkan kembali merek Moskvich, yang terakhir muncul pada mobil baru Rusia pada dua dekade lalu.

Ada juga perusahaan ritel Polandia LPP mengatakan pada 19 Mei telah memutuskan untuk menjual perusahaan Rusia, RE Trading, ke konsorsium China, dengan "tidak ada hak apa pun untuk menggunakan nama dagang dan merek dagang dari merek pakaian yang dimiliki oleh LPP.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini