Share

Charoen Pokphand (CPIN) Siapkan Belanja Modal Rp2,5 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 278 2599385 charoen-pokphand-cpin-siapkan-belanja-modal-rp2-5-triliun-SiWm52MSFX.jpeg Charoen Pokphand siapkan capex Rp2,5 triliun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menyiapkan belanja modal atau capex Rp2,5 triliun tahun ini. Nilai ini turun dibandingkan dengan alokasi 2021 sebesar Rp3,1 triliun.

“Sebagian besar capex akan digunakan untuk peningkatan kapasitas segmen bisnis pengolahan produk unggas,”kata Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia Tjiu Thomas Effendy di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, nilai belanja modal yang dialokasikan mencapai Rp1,25 triliun atau 50% dari total anggaran yang disiapkan. Perseroan menjelaskan, alokasikan 50% untuk food karena kapasitas feedmill maupun peternakan perunggasan masih aman.

“Yang harus kami kejar sekarang adalah kapasitas pemotongan ayam dan pemrosesan produk olahan siap saji,” kata Thomas.

Dirinya menuturkan, perusahaan telah fokus meningkatkan kapasitas produksi di sisi hilir sejak 2021 dengan menambah investasi rumah potong hewan unggas (RPHU) dan memperluas kanal pemasaran produk melalui gerai ritel dan kemitraan. Total RPHU baru yang dibangun Charoen Pokphand Indonesia sejak 2021 mencapai 11 unit di mana 7 di antaranya ditargetkan rampung pada Juli 2022.

Salah satu unit RPHU, lanjutnya, memiliki kapasitas besar dengan kemampuan potong mencapai 6.000 ekor per jam, sementara 2 unit lainnya memiliki kapasitas 4.000 ekor per jam. Perusahaan juga mendirikan 4 unit RPHU berkapasitas 2.000 ekor per jam yang tersebar di wilayah timur Indonesia.

Asal tahu saja, CPIN menargetkan segmen food dapat tumbuh 20% pada tahun ini. Pada 2021, penjualan produk unggas CPIN naik signifikan dari Rp5,60 triliun pada 2020 menjadi Rp6,93 triliun.

“Food akan jadi ujung tombak dan cara kami mewujudkannya adalah dengan mendirikan outlet ritel. Kami sekarang memiliki outlet untuk penjualan ritel melalui Prima dan Freshmart. Kami juga punya outlet menengah dan kecil, serta gencar melakukan kerja sama dengan mitra. Tujuan kami adalah mendekatkan diri dengan konsumen,” jelasnya.

Sementara itu, segmen bisnis pakan ternak dan peternakan unggas masing-masing memperoleh alokasi sebesar 30% dan 20% dari total capex yang disiapkan. Thomas mengatakan, sebagian besar belanja modal untuk segmen pakan dan peternakan bersifat perawatan (maintenance) untuk menjaga kondisi alat produksi tetap prima.

Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) emiten perunggasan ini memutuskan untuk membagikan tunai sebesar Rp108 per saham atau total Rp1,77 triliun.

“Tadi dalam RUPST telah diputuskan bahwa perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp108 per saham atau 48,91% dari laba tahun berjalan dan seluruhnya sebesar Rp1,77 triliun,” kata Thomas.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2021, CPIN mencetak penjualan bersih sebesar Rp51,69 triliun, naik 21,58% dibandingkan dengan 2020 sebesar Rp42,51 triliun. Beban pokok penjualan juga turut meningkat menjadi Rp43,55 triliun dari Rp34,26 triliun. Hal ini membuat laba bruto sedikit terkoreksi dari Rp8,25 triliun menjadi Rp8,13 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini