Share

Tower Bersama (TBIG) Bagikan Dividen Rp36/Saham, Totalnya Rp800 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 278 2599423 tower-bersama-tbig-bagikan-dividen-rp36-saham-totalnya-rp800-miliar-zpNbUVyxFs.jpg Tower Bersama bakal bagikan dividen (Foto: Shutterstock)

JAKARTA PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan membagikan dividen senilai total Rp800 miliar dari laba bersih tahun 2021.

"Kami akan membagi dividen dari laba bersih 2021, jumlahnya Rp800 miliar secara total, ini payout rationya sekitar 52% dan per sahamnya Rp36 per saham," kata Direktur Keuangan Tower Bersama, Helmy Yusman Santoso di Jakarta, kemarin.

Disampaikan Helmy, dividen ini meningkat dari tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp692 miliar. Asal tahu saja, emiten menara ini berhasil mencetak pendapatan Rp6,17 triliun di sepanjang 2021.

Pendapatan ini meningkat 15,99% dari Rp5,32 triliun di akhir 2020. Sementara laba kotor sebesar Rp4,7 triliun, naik 11,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,23 triliun.

TBIG pun membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp1,54 triliun di 2021. Jumlah ini naik 53,42% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1 triliun. Adapun pada hari ini, saham Tower Bersama tercatat ditutup naik ke zona hijau sebanyak 20 poin atau 0,72% ke level Rp2.790 per saham. TBIG memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp63,21 triliun.

Selain dividen, laporan keuangan dan laporan tahunan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diterima, disetujui serta disahkan dalam RUPST tersebut. Para pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan direksi perseroan, sehubungan dengan meninggal dunianya Gusandi Sjamsudin.

Para pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Winato Kartono dan Wahyuni Bahar dalam kedudukan mereka selaku komisaris dan komisaris independen perseroan. Kemudian, para pemegang saham menyetujui pengangkatan Verena Lim selaku komisaris dan Heri Sunaryadi selaku komisaris independen perseroan.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp3 triliun. Rencananya, belanja modal ini akan dialokasikan ke pertumbuhan organik, kolokasi, dan fiber optic. "Alokasi capex akan kami fokuskan ke pertumbuhan organik, capex kolokasi, dan fiber optic. Tiga hal itu yang menjadi prioritas kami di 2022," kata Helmy.

Dirinya melanjutkan, strategi utama TBIG dalam ekspansi adalah melakukan ekspansi secara organik. Pihaknya menargetkan 3.500 tenan selama 2022. Menurut Helmy, saat ini TBIG memiliki sekitar 40.000 tenant. "Untuk ekspansi anorganik, sepanjang ada target dengan valuasi yang menurut kami visible dan baik, maka kami akan berminat. Tapi kami sangat disiplin dalam melakukan akuisisi. Valuasi yang menurut kami bisa menambah nilai TBIG tentu akan kami tindak lanjuti," ucap Helmy.

Perseroan belum lama ini juga telah menjual saham hasil pembelian kembali saham atau saham treasuri kepada Provident Consolidated Holding Pte Ltd pada 25 April 2022. Penjualan saham treasuri tersebut sebanyak 1,02 miliar saham dengan harga Rp3.200 per saham. Dengan demikian, jumlah dana yang diterima dari pengalihan sebesar Rp3,28 triliun sebelum dikurangi biaya transaksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini