Share

Antam Bagikan Dividen Rp930 Miliar

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 278 2599495 antam-setor-dividen-ke-negara-rp930-miliar-c6eaYNFR9w.jpg Antam setor dividen ke negara (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) membagtikan dividen sebsar Rp930 miliar pada 2021. Deviden ini merupakan 50% dari laba bersih perusahaan tahun lalu.

Adapun total anggaran yang dikontribusikan ANTAM kepada negara pada 2021 mencapai Rp2,05 triliun. Angka ini terdiri atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pajak, dan dividen.

Direktur Utama ANTAM Nikolas D. Kanter atau Nico menyebut kontribusi perusahaan sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan perusahaan yang positif.

"ANTAM secara berkala melakukan pembayaran pajak maupun PNBP sesuai dengan aktivitas operasional yang dijalankan. Pada tahun 2021, kontribusi ANTAM kepada negara dari hasil PNBP, pajak, dan royalti kepada pemerintah tercatat sebesar Rp2,05 triliun," ungkap Nico, Selasa (24/5/2022).

Melanjutkan kinerja keuangan, pada kuartal I-2022, ANTAM mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp1,47 triliun. Kinerja operasi yang solid juga tercermin dari capaian Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) senilai Rp2,54 triliun, meningkat dibandingkan capaian pada periode yang sama 2021 yakni Rp1,24 triliun atau tumbuh 105%.

Nico mencatat pertumbuhan profitabilitas perusahaan juga tercermin atas capaian laba kotor sebesar Rp2,45 triliun, tumbuh 51% dari capaian di kuartal I-2021 senilai Rp1,63 triliun.

Sementara itu capaian laba usaha perusahaan tercatat Rp1,62 triliun, tumbuh 104% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp793,89 miliar.

"Pertumbuhan positif laba kotor dan laba usaha mendukung capaian laba tahun berjalan di kuartal 1 tahun ini, di mana sebesar Rp1,47 triliun, naik 132% dari laba tahun berjalan pada kuartal I-2021 sebesar Rp630,38 miliar," tutur Nico.

Pada kuartal I-2022, total penjualan bersih ANTAM tercatat sebesar Rp9,75 triliun, meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp9,21 triliun. Lalu, penjualan bersih domestik menjadi penyumbang capaian yang dominan sebesar Rp7,42 triliun atau 76% dari total penjualan bersih perusahaan pada tahun lalu.

Berdasarkan segmentasi komoditas, lanjut Nico, penjualan emas menjadi kontributor terbesar terhadap total penjualan bersih sebesar Rp5,88 triliun (60%). Disusul feronikel yang mencatatkan penjualan sebesar Rp1,86 triliun (19%), bijih nikel sebesar Rp1,62 triliun (17%), serta segmen bauksit dan alumina sebesar Rp299,40 miliar (3%).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini