Share

Sektor Properti Mulai Pulih, Saham-Saham Apa yang Cuan?

Antara, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 278 2599502 sektor-properti-mulai-pulih-saham-saham-apa-yang-cuan-vf6jVjy3jr.jpg Saham Sektor Properti (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kinerja sektor properti kini mulai bangkit dari dampak pandemi dan investor pun juga dapat mencermati saham-saham dari emiten properti yang tumbuh.

Pertumbuhan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dan relaksasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah diyakini akan kembali memutar perekonomian Indonesia.

"Selanjutnya, dengan adanya perpanjangan subsidi PPN, diperkirakan juga akan menjadi katalis positif dari sektor properti," ujar Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksono dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga: 10 Saham Top Losers Pekan Ini, Berikut Daftarnya

Namun, dia mengingatkan investor juga perlu memperhatikan akan adanya kenaikan bahan baku ataupun bahan pokok akibat adanya kenaikan harga komoditas global karena konflik dari Rusia dan Ukraina.

"Di sisi lain, pelaku pasar juga dapat mencermati dari suku bunga yang ada kemungkinan kenaikan di semester II 2022," kata Herditya.

Dari beberapa laporan keuangan kuartal I 2022 emiten properti, terlihat perbaikan kinerja terutama dari sisi pendapatan. Sinyal itu ditangkap pelaku pasar dengan melakukan akumulasi beli pada berapa saham saham emiten properti.

Adapun kinerja emiten properti yang mengalami kenaikan seperti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 20,75%, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 21,4% secara tahunan pada kuartal I 2022, dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengalami kenaikan pendapatan sebesar 37,2% secara tahunan pada kuartal I 2022.

Hal itu juga diikuti dengan pendapatan emiten PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) yang mengalami kenaikan pendapatan 55,5% secara tahunan pada 2021.

Menariknya, saham LAND mengalami kenaikan 90 persen dalam satu bulan perdagangan bursa setelah mencapai level terendah selama empat tahun tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini