Share

Mengulas Krisis Sri Lanka, Berawal dari Kesalahan Kebijakan Presiden Berujung Bangkrut

Viola Triamanda, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 320 2599233 mengulas-krisis-sri-lanka-berawal-dari-kesalahan-kebijakan-presiden-berujung-bangkrut-Nzlz9BuQjK.JPG Mengulas krisis Sri Lanka. (Foto: BBC)

JAKARTA - Keadaan negara Sri Lanka saat ini semakin terpuruk. Pasalnya negara yang terletak di Asia Selatan itu pada bulan April 2022 lalu menyatakan tidak sanggup membayar utang dan mengakui kebangkrutannya.

Dalam beberapa bulan terakhir pun Sri Lanka diketahui mengalami krisis kebutuhan dasar mulai dari bensin hingga gas untuk memasak. Di Ibu kota Colombo terdapat antrean panjang untuk membeli tabung gas, harga tabung gas yang awalnya 2.675 rupe atau Rp110.000 kini melonjak naik hingga 5000 rupe atau Rp206.000.

Selain itu Sri Lanka juga mengalami krisis bahan pangan yang bermula sejak dilarangnya impor pupuk kimia pada April 2021 lalu.

 BACA JUGA:Krisis Ekonomi Memburuk, PM Sri Lanka Mundur

Kebijakan ini menyebabkan penurunan drastis hasil panen. Setelah krisis ekonomi terjadi, pemerintah kembali mencabut larangan tersebut dan menjamin ketersediaan pupuk pada musim tanam mendatang.

Jika diurut kebelakang, kebijakan presiden Gotabaya Rajapaksa untuk melakukan pemotongan pajak secara besar-besaran terhadap seluruh rakyat Srilanka ditentang oleh mantan menteri keuangan, karena menurutnya dapat menimbulkan kebangkrutan negara.

Namun hal tersebut diabaikan oleh Presiden dan berakhir dengan krisis perekonomian Sri Lanka saat ini.

Jabatan mengeri keuangan yang masih saja kosong juga menjadi penyebab krisis semakin parah mengingat kekosongan ini menjadi penghambat negosiasi dengan IMF.

Berdasarkan catatan Okezone Selasa (24/5/2022), beberapa legislator lain dari partai presiden yaitu Sri Lanka Podujana Peremuna (SLPP) menolak untuk menempati posisi menteri keuangan, diketahui setidaknya empat orang parlemen menolak untuk menjadi menteri.

 BACA JUGA:Krisis Ekonomi Memburuk, PM Sri Lanka Mundur

Keadaan sulit ini membuat Sri Lanka berharap besar kepada masyarakatnya yang berada di luar negeri.

Itu terjadi setelah menyatakan bangkrut Sri Lanka mendesak warganya di laur negeri utk mengirimkan uang demi membantu membeli kebutuhan pokok dan bahan bakar.

Diketahui, pada 16 Mei 2022 lalu Sri Lanka kehabisan stok bensin dan mengaku tidak memiliki uang untuk mengimpor.

Hingga saat ini situasi perekonomian Sri Lanka tak kunjung membaik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini