Share

Ancaman Perubahan Iklim 'Hantui' RI, Dampaknya Lebih Besar dari Covid-19

Raka Dwi Novianto, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 320 2599252 ancaman-perubahan-iklim-hantui-ri-dampaknya-lebih-besar-dari-covid-19-FCr4zcWbvK.JPG Perubahan iklim. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko memberikan perhatian serius terhadap isu perubahan iklim.

Dia pun menekankan pentingnya Forum Kebijakan Global Pengurangan Risiko Bencana (Global Platform for Disaster Risk Reduction/GPDRR) untuk merumuskan solusi untuk menghadapi ancaman perubahan iklim yang kian nyata.

Moeldoko mengungkapkan, Skor Disaster Preparedness Indonesia dan negara kawasan pasifik secara umum mengalami penurunan, terutama terhadap potensi ancaman perubahan iklim.

 BACA JUGA:Hadapi Perubahan Iklim, RI Butuh Tambahan Anggaran Rp200 Triliun/Tahun

"Fenomena ini tentu membuat Indonesia semakin rentan akan potensi bencana alam," kata Moeldoko dalam keterangannya, Selasa (24/5/2022).

Moeldoko menilai, perubahan iklim telah membawa perubahan bentuk ancaman bagi satu negara.

Menurutnya, perubahan iklim tidak hanya membawa dampak bagi sistem lingkungan.

Namun, juga berdampak pada pertahanan dan keamanan suatu negara, baik dalam lingkup domestik maupun internasional.

"Konsep keamanan nasional bukan hanya menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah. Namun bagaimana menjaga keselamatan jiwa manusia," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Moeldoko juga mengamini pernyataan Bill Gates, bahwa mengakhiri pandemi Covid-19 mungkin lebih mudah daripada menyelesaikan masalah perubahan iklim.

Dia pun berharap, kegiatan seperti GPDRR bisa meningkatkan kerja sama pemerintah dan manusia dari berbagai negara dalam memitigasi potensi bencana alam, terutama dampak perubahan iklim global.

"Pertemuan ribuan delegasi, ilmuan, pakar bidang bencana dari 193 negara pada GPDRR harus menghasilkan solusi konkret," pungkasnya.

 BACA JUGA:Antisipasi Perubahan Iklim, Kementan Imbau Petani Proteksi Diri dengan AUTP

Seperti diketahui, Forum Kebijakan Global Pengurangan Risiko Bencana (Global Platform for Disaster Risk Reduction/GPDRR) ke-7, digelar di Nusa Dua Bali, 23-28 Mei 2022, dan dihadiri oleh 4.000 peserta offline dan 2.000 peserta online dari 193 negara.

GPDRR merupakan platform global untuk mengevaluasi keberhasilan dan tantangan dalam pengurangan risiko bencana, serta untuk mempercepat kemajuan menuju ketahanan bencana dan pembangunan berkelanjutan.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Indonesia mengusung tema Dari Risiko ke Resiliensi: Menuju Pembangunan Berkelanjutan untuk Semua di Dunia yang Berubah oleh Covid-19.

Tema tersebut diusung, karena Indonesia telah membuktikan mampu melakukan penanganan dan bangkit dari situasi pandemi Covid-19, yang menimbulkan risiko sistemik (systemic risks).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini